Benarkah Kompor Gas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru dan Diabetes?

Benarkah Kompor Gas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru dan Diabetes?/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Benarkah Kompor Gas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru dan Diabetes?/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Stanford menemukan fakta bahwa beberapa peralatan rumah tangga seperti kompor gas, menyumbang paparan nitrogen dioksida dalam jumlah yang sangat besar.

Jika anda belum mengetahuinya, nitrogen dioksida merupakan gas beracun yang biasanya berasal dari knalpot mobil. Kandungan ini bukan hanya dapat mengiritasi saluran pernapasan, namun juga dapat memperburuk asma, bahkan berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan diabetes.

Dilansir dari laporan NY Post, penelitian tersebut menyebut kompor gas menyumbang seperempat dari paparan nitrogen dioksida dalam jangka panjang, di dalam dan luar ruangan bagi mereka yang terbiasa memasak dengan menggunakan kompor jenis tersebut, bahkan dapat meningkat lebih besar bila sering menggunakannya.

Penelitian tersebut diterbitkan pada bulan ini di PNAS Nexus. Para peneliti yang terlibat mengklaim kompor gas menghasilkan lonjakan singkat dan konsentrasi tinggi nitrogen dioksida yang melebih batas wajar.

Di Amerika Serikat, sebanyak 38 persen rumah tangga dilaporkan menggunakan kompor gas, meski beberapa penelitian telah menunjukkan dampak buruknya.

Di sisi lain, para peneliti dari Universitas Purdue menemukan bahwa kompor gas dapat menghasilkan partikel berbahaya hingga 100 kali lebih banyak daripada knalpot mobil, sehingga meningkatkan risiko asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Kompor jenis ini  juga melepaskan benzena, bahan kimia berbahaya yang berkaitan dengan penyakit leukimia dan gangguan darah lainnya. Penelitian lainnya dari Stanford mengungkap jika risiko kanker seumur hidup pada anak-anak akibat benzena yang dikeluarkan oleh kompor gas, mencapai 1,85 kali lebih tinggi daripada orang dewasa.

Penelitian ini juga menegaskan peralihan penggunaan kompor gas ke kompor listrik, guna mengurangi polusi nitrogen dioksida di dalam ruangan secara signifikan. Namun cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi bahayanya ialah dengan memiliki ventilasi yang memadai baik dengan menggunakan tudung asap, atau jendela yang terbuka saat memasak.