Berani Uji Nyali di Desa Tengkorak ini Sob?

Jujur ini bukanlah setting film horor. Karena Desa ini benar ada di dunia nyata.Tepatnya di Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Satu hal yang membedakan desa ini dengan beberapa wilayah di Bali adalah ritual kematiannya. Hal ini jugalah yang bikin desa ini memiliki kawasan hutan khusus yang cukup jauh dari desa dan digunakan sebagai kuburan terbuka.

Berbeda dengan kebanyakan wilayah Bali yang melakukan upacara Ngaben sebagai ritual untuk mengembalikan roh leluhur ke tempat asalnya, DesaTrunyan justru memiliki adat yang berkebalikan.

Di desa ini mayat dibiarkan membusuk di permukaan tanah dangkal berbentuk cekungan panjang di bawah udara terbuka. Tradisi ini lazim dikenal dengan nama Mepasah. Konon, ada sebuah pohon bernama Taru Menyan yang dapat menyerap bau tak sedap dari mayat-mayat tersebut.

Lantas kenapa bisa dinamakan Desa Tengkorak? Dilansir dari medsos Kemenparekraf beberapa waktu yang lalu dikarenakan Anda akan menemukan banyak tengkorak didalamnya. Namun pemandangan ini belum apa-apa, saat menjelajah ke sisi timur Danau Batur tepatnya di komplek pekuburan Anda akan melihat pemandangan jasad yang dibiarkan membusuk begitu saja di atas tanah. Meski terbuka,Anda tidak akan mencium bau yang menyengat dikarenakan adanya pohon taru menyan yang dipercayai dapat menetralisir bau yang tidak sedap.(Hs.Foto.Kombil Kemenparekraf)

Related posts