Berniat Buat Tato? Penelitian Baru Mengungkapkan: Tato Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Limfoma

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa menato diri sendiri dapat meningkatkan kemungkinan terkena limfoma, istilah luas untuk kanker yang dimulai di sel-sel sistem getah bening. Hasil ini didapat oleh para peneliti di Lund University. Mereka melakukan penelitian yang melibatkan 11.000 peserta dan menemukan bahwa tinta tato memicu perubahan peradangan di dalam tubuh.

“Orang-orang kemungkinan besar ingin terus mengekspresikan identitas mereka melalui tato, dan oleh karena itu sangat penting bagi kita sebagai masyarakat untuk memastikan bahwa tato itu aman,” ujar Penulis utama studi tersebut, Christel Nielsen, dari Lund University.

“Bagi individu, ada baiknya mengetahui bahwa tato dapat mempengaruhi kesehatan Anda, dan Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami gejala yang Anda yakini terkait dengan tato Anda,” tambah pernyataan itu.

Lalu, bagaimana penelitian ini dilakukan?

Sebanyak 11.905 peserta dilibatkan dalam penelitian ini, termasuk 2.938 orang yang menderita limfoma antara usia 20 dan 60 tahun. Dari mereka, 1.398 orang menyelesaikan survei, dibandingkan dengan 4.193 peserta pada kelompok kontrol.

Dari 289 anggota kelompok limfoma, 21 persen ditemukan memiliki tato, dibandingkan dengan 18 persen dari 735 anggota kelompok kontrol yang belum menerima diagnosis limfoma.

“Setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain yang relevan, seperti merokok dan usia, kami menemukan bahwa risiko terkena limfoma 21 persen lebih tinggi di antara mereka yang bertato,” kata Nielsen dalam rilis berita universitas.

“Penting untuk diingat bahwa limfoma adalah penyakit langka dan hasil kami berlaku pada tingkat kelompok. Hasilnya sekarang perlu diverifikasi dan diselidiki lebih lanjut dalam penelitian lain dan penelitian semacam itu sedang berlangsung,” simpul peneliti.

Lalu, apakah ukuran tato juga berpengaruh pada risiko kanker limfoma?

Para peneliti tidak dapat menentukan apakah ukuran tato berdampak pada kemungkinan berkembangnya limfoma.

“Kita sudah tahu bahwa ketika tinta tato disuntikkan ke kulit, tubuh menafsirkannya sebagai benda asing yang tidak seharusnya ada dan sistem kekebalan tubuh pun diaktifkan. Sebagian besar tinta diangkut keluar dari kulit, ke kelenjar getah bening tempat tinta disimpan,” jelasnya.

Foto : Ilustrasi / Freepik