Mencengangkan! Penelitian Baru: Anak-Anak Lebih Percaya Robot daripada Manusia, Kok Bisa?

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian menarik sekaligus menakutkan mengungkapkan bahwa anak-anak lebih cenderung mempercayai robot dan mesin dibandingkan manusia. Penelitian yang dipublikasikan di Computers in Human Behavior ini mengungkapkan bahwa anak-anak lebih menerima dan berempati ketika robot melakukan kesalahan.

Penelitian ini melibatkan 111 anak berusia antara tiga sampai enam tahun. Para peneliti ingin mengetahui sumber mana yang lebih disukai dan dipercaya oleh anak-anak, karena mereka menemukan data dalam jumlah besar setiap hari baik di dunia offline maupun online.

Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka diperlihatkan film manusia dan robot yang memberi label pada objek baru yang familiar.

Keandalan manusia dan robot diuji dengan memberi label yang salah pada benda-benda umum, seperti menyebut piring sebagai sendok. Hal ini dilakukan peneliti untuk menilai persepsi anak mengenai siapa yang lebih harus dipercaya.

Hasilnya, anak-anak lebih antusias meminta robot untuk memberi label pada barang-barang baru dan menerima bahwa pelabelan tersebut akurat. Menariknya, mereka lebih cenderung berbagi rahasia dengan robot dibandingkan manusia.

Ada sedikit perbedaan dalam tanggapan anak-anak dari kelompok umur yang berbeda. Misalnya, anak-anak yang lebih tua lebih cenderung mempercayai robot dibandingkan anak-anak yang usianya dibawah mereka.

“Apa sebenarnya robot itu, yang membuatnya lebih disukai, masih menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar para peneliti yang masih mencari jawaban terkait hal tersebut.

Foto : Ilustrasi / Freepik