Saat itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI masih dijabat Djoko Pekik Irianto. Ia mengatakan hasil RAT KONI 2014 mengenai penentuan calon tuan rumah PON ke XX pada tahun 2020 (ditunda
karena pandemi dan kemudian digelar di 2 Oktober 2021) merupakan dasar dari provinsi apa yang akan menjadi tuan rumah PON.
Lalu, pihaknya juga membuat kebijakan bahwa penyelenggaraan PON tak lagi di Pulau Jawa. Kebijakan ini dibuat supaya pembangunan sarana dan prasarana di setiap provinsi di Indonesia supaya lebih merata.
“Papua dipilih mayoritas suara dalam RAT KONI 2014. Ini merupakan dasar pertimbangan mengapa memilih provinsi tersebut menjadi tuan rumah,” kata Djoko Pekik Irianto, Jumat (4/4/2014).
“Pertimbangan lainnya pemerintah berupaya agar PON menjadi salah satu event yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Sehingga semua daerah mendapatkan peluang yang sama menjadi tuan rumah,” kata Djoko yang
kini posisinya digantikan oleh Chandra Bakti.
Gubernur Lukas Enembe yang juga selaku Ketua umum PB PON Papua optimis pelaksanaan PON akan berlangsung sukses dan memberikan dampak bagi masyarakat di tanah Papua.”Marilah kita menjadikan pelaksanaan PON XX Papua 2021 menjadi ajang untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Gubernur Lukas dalam pembukaan CdM Meeting III PON XX
Papua di Jayapura, Kamis (26/8).
Gubernur Papua Lukas Enembe meminta pelaksanaan PON XX menjadi tolak ukur pembangunan prestasi olahraga nasional. Menurut Lukas, Bupati dan Walikota di semua klaster penyelenggara telah melakukan berbagai terobosan kebijakan sebagai komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh kontingen.
“Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dan rakyat Papua dalam menyukseskan penyelenggaraan PON XX 2021,” ujarnya.
Lukas menjelaskan setelah melihat secara langsung progres kinerja wali kota dan Bupati Jayapura, Merauke dan Mimika serta diperkuat kinerja Panwasrah, Ketua PB PON Papua juga seluruh staf maka dapat dipastikan semua pertandingan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
“Sehingga saya mengimbau pelaksanaan CdM dan Delegation Registration Meeting (DRM) PON XX Papua dapat dilaksanakan dengan cepat serta tepat,” ungkapnya lagi.
Dia menambahkan sehingga keputusan dalam Delegation Registration Meeting dapat memberikan kepastian pelayanan terhadap semua kontingen yang hadir pada pelaksanaan PON XX 2021 di Papua. Gubernur juga meminta TNI Polri membantu pengamanan selama pelaksaan PON dan Peparnas. “Kami minta TNI Polri bisa bantu kita untuk amankan pelaksanaan PON di Papua,” pinta
Gubernur.
Ia menegaskan, Papua sudah sangat siap untuk melaksanakan event olahraga nasional empat tahunan ini. “Kami nyatakan Papua sangat siap melaksanakan PON 2021. Ini akan membawa nuansa baru untuk kami di Papua,” tegas Gubernur.
Sempat tertunda pada 2020 menyusul kasus Covid-19 yang meningkat. Namun kemudian pelaksanaan PON XX Papua dipastikan berjalan sesuai jadwal. Panitia Besar (PB) PON yang menegaskan ajang olahraga itu akan secara resmi dibuka 2 sampai 15 Oktober mendatang, bahkan ada pertandingan yang sudah dimulai pada 21 September 2021.
Untuk mengakses informasi selengkapnya terkait penyelenggaraan PON Papua dapat diakses melalui website resmi www.ponxx2021papua.com.
Lokasi utama penyelenggaraan PON XX Papua 2021 adalah Stadion Lukas Enembe. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk, di mana setiap tempat duduk sudah memiliki kursi untuk satu orang (single seat). Stadion ini menjadi salah satu stadion dengan kapasitas terbesar di Pasifik dengan menempati kawasan seluas 13,7 hektar.
Terdapat empat kabupaten/kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan PON 2021, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.
Ada 37 cabang olahraga yang dilombakan di antaranya Senam artistik, Ritmik, Aerobik, Loncat Indah, Polo Air, Renang, Renang Artistik, Selam Kolam, Menembak, Sepak Bola Putra, Softball Putri, Baseball, Sepak Takraw, Kempo, Catur, dll, dan diikuti oleh 34 provinsi.#
