Bertambah 190 Kasus, Pemkab Sleman Bentuk Shelter Covid-19 Tingkat Kelurahan

Sleman,Gpriority-Berdasarkan laman resmi Satgas Covid-19 Sleman pada Jum’at (11/6/2021), jumlah pasien Covid-19 bertambah menjadi 190 kasus. Yang terkonfirmasi meninggal 1 orang dan yang sembuh tidak ada.

Menurut laman tersebut, penambahan ini disebabkan adanya Klaster keluarga.” Ya, setelah lebaran peningkatan kasus Covid-19 di Sleman diakibatkan oleh Klaster keluarga,” tulis isi dalam laman Satgas Covid-19 Sleman.

Guna mengantisipasi agar peningkatan kasus Covid-19 di Sleman tidak semakin meninggi. Pemkab Sleman segera mengambil tindakan dengan memperketat penjagaan di dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Tak hanya itu dalam surat edaran nomor 14/INSTR/2021 yang dikeluarkan pada 11 Juni 2021, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memerintahkan kepada lurah se-Kabupaten Sleman untuk membuat Shelter (tempat penampungan sementara) Covid-19. ” Mengingat makin tingginya Covid-19 di Sleman ditambah terbatasnya tempat isolasi mandiri yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sleman, maka saya memerintahkan kepada lurah untuk membentuk Shelter Covid-19 di wilayah masing-masing,” jelas Kustini.

Pembentukan Shelter Covid-19 ini akan diperuntukkan bagi pasien Covid-19 bergejala ringan yang akan melakukan isolasi mandiri.” Namun yang bergejala berat tetap dirawat di RSUD dan RS yang ditunjuk,” jelas Kustini.

Tak hanya itu, Pemkab Sleman akan terus melakukan tracing kepada Penduduk Sleman dan melakukan Rapid Test. Hal ini bertujuan agar Covid-19 bisa secepatnya diputus.

Kustini juga meminta kepad masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. ” Tetap terapkan 3 M (Memakai Masker,Menjaga Jarak dan Mencuci tangan), jangan berkumpul dan berkerumun, karena Covid-19 masih ada di sekitar kita,” tutup Kustini.(Hs.Foto.dok.ayoyogya)

 

 

Related posts