Bertemu Menlu Belanda, Menlu Sugiono Bahas Kerja Sama Ketahanan Pangan

Menlu Belanda, David van Well (kiri) bersama Menlu RI, Sugiono (kanan), dalam pertemuan bilateral, Kamis (9/10) di Gedung Pancasila, Kemlu RI/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menlu Belanda, David van Well (kiri) bersama Menlu RI, Sugiono (kanan), dalam pertemuan bilateral, Kamis (9/10) di Gedung Pancasila, Kemlu RI/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Belanda, David van Well, pada Kamis (9/10).

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI. Terpantau oleh tim GPriority di lokasi, dalam pernyataannya Menlu Sugiono menjelaskan pada pertemuan kali ini, keduanya membahas terkait berbagai isu dengan fokus pada kolaborasi konkret guna mencapai tujuan bersama serta memajukan prioritas nasional masing-masing.

“Salah satu bidang utama (yang dibahas) adalah kerja sama ketahanan pangan. Di mana kita akan bekerja sama untuk modernisasi sektor pertanian dan juga memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh,” ujar Menlu Sugiono.

Menurutnya, bidang pertanian Belanda memiliki keunggulan sehingga berperan penting untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan. Kerja sama keduanya kemudian disepakati lewat MoU NISCOPS yang ditandatangani oleh Menlu Sugiono dan Menlu David.

“Inisiatif ini mendukung produksi minyak sawit, memperkuat mata pencaharian petani kecil, juga mendukung pembangunan berkelanjutan. Sebagai negara maritim, kita perlu membangun kemitraan maritim yang strategis termasuk mengembangkan konektivitas maritim dan pengelolaan air,” lanjut Sugiono.

Ia mengatakan, forum maritim bilateral akan diselenggarakan di Belanda pada tahun depan dan akan menjadi forum yang efektif untuk membahas kerja sama konkret di bidang keselamatan maritim, logistik, penangkapan ikan ilegal, serta ekonomi biru.

Dalam kesempatan tersebut, kedua Menlu turut membahas kerja sama teknologi yang berorientasi masa depan. Di mana Menlu Sugiono mengusulkan kolaborasi di bidang semikonduktor.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa dalam upaya ini, kita ingin fokus pada penelitian, pendidikan, desain chip, dan juga investasi. Ini akan membantu posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dan bakat serta mengintegrasikan negara ini ke dalam rantai pasokan global,” jelas Sugiono.

Di luar agenda pertemuan bilateral, keduanya juga membahas situasi dan isu-isu global seperti di agresi Rusia di Ukraina serta konflik Israel-Palestina. Baik Menlu Sugiono maupun Menlu David, keduanya sepakat mendukung two-state solution untuk kemerdekaan Palestina.

Di akhir pernyataannya, Sugiono berharap kemitraan Indonesia-Belanda dapat bertahan lama hingga ke generasi yang akan datang.

“Apa yang kita pelajari dari masa lalu juga akan menjadi landasan yang sangat baik tentang bagaimana mencapai masa depan yang lebih baik bagi kedua negara kita,” tutup Sugiono.