Bertemu Menteri ESDM, Gubernur Papua Barat Bahas 4 Isu Strategis di Sektor Energi

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kediamannya, Jakarta pada Jumat (10/4) malam.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat isu utama yang menjadi pembahasan, terutama menyangkut sektor energi.

Dalam penjelasannya, Asisten II Sekretaris Daerah Papua Barat Melkias Werinussa menyampaikan, empat poin tersebut telah mendapatkan respons langsung dari Menteri ESDM.

Ia merinci, penjualan 20 MMSCFD gas bumi Papua Barat, kemudian menyangkut PI 10 persen untuk pertambangan migas, ketiga soal lokasi kontrak kerja dan keempat mengenai pertambangan rakyat.

Ia menjelaskan, terkait penjualan gas sebesar 20 MMSCFD, Menteri ESDM telah memberikan komitmen untuk mendapatkan dua kali pengapalan untuk segera ditindaklanjuti.

“Jadi setahun itu kemudian mendapat dua kali pengapalan dan satu itu, beliau minta sendirinya untuk kemudian diberikan untuk Pemerintah Provinsi Papua Barat,” kata Melkias kepada GPriority usai pertemuan.

Sementara itu, untuk Participating Interest (PI) 10 persen pada sektor migas, pemerintah pusat mendorong percepatan realisasi melalui Badan Pengelola Investasi.

“Kemudian yang berikut menyangkut PI itu tadi Beliau meminta untuk kemudian di BPI segera, itu juga bisa memberikan PI 10% itu, sementara yang Genting Oil itu kan nanti produksinya di tahun depan, di bulan April,” katanya.

Terkait wilayah kontrak kerja migas, Melkias menyebut sejumlah lokasi telah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat dan tengah diproses lebih lanjut.

Adapun untuk pertambangan rakyat, pemerintah daerah telah mengajukan sejumlah wilayah yang dinilai potensial.

“Mah kemudian yang menyangkut pertambangan rakyat tadi Beliau minta untuk kemudian kita siapkan wilayah pertambangannya yang diusulkan, dan itu kita sudah usulkan, ada tiga kabupaten, ada kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfag dengan Teluk Wondama, nah itu

Selain empat isu tersebut, terdapat tambahan pembahasan terkait dukungan pemerintah pusat untuk pelaksanaan Pesparawi Nasional yang akan digelar pada Juni 2026 di Manokwari.

“Guna mendukung suksesnya Pesparawi Nasional ke- XIV di Papua Barat, dalam pertemuan tersebut Sekda juga meminta bantuan genset dan mobil toilet dari Kementerian ESDM,” tuturnya.

Lebih lanjut, Melkias menuturkan, tindak lanjut dari pertemuan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi teknis lintas pihak, termasuk dengan DPR untuk penetapan wilayah pertambangan.

“Kalau yang pertemuan sudah secara teknis, yang kemudian diarahkan, Beliau arahkan kepada Kepala Dinas terkait, bersama sama kami selaku asisten para pemangku pembangunan, untuk nanti bertemu dengan rapat kerja yang terutama yang DPR, Wilayah Pertambangan,” pungkasnya.