Bikin Resah, Teror Pocong Sudah Sampai Pasuruan

Teror pocong di Tangerang. Foto: istimewa Teror pocong di Tangerang. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Teror pocong yang sempat menghebohkan wilayah Jabodetabek kini dikabarkan menyebar hingga ke Pasuruan, Jawa Timur.

Dilansir kilat.com, informasi itu ramai diperbincangkan usai akun Twitter/X @txtdrbekasi mengunggah video dan narasi terkait kejadian tersebut pada 23 Mei 2026.

Unggahan itu bahkan telah ditonton lebih dari 127,5 ribu pengguna dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Beberapa hari ini Jabodetabek dihebohkan sama modus pocong jadi-jadian, nah ternyata modus ini tuh udah sampai Pasuruan, Jawa Timur, dan keangkep sama warga,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa dua orang pelaku sengaja mengenakan kostum pocong untuk menakuti warga.

Modus tersebut diduga dilakukan agar korban panik dan meninggalkan rumah maupun kendaraan mereka sehingga memudahkan pelaku melakukan aksi pencurian.

Menurut narasi yang viral, pelaku disebut menyasar rumah-rumah warga dengan cara menakut-nakuti pemilik rumah agar keluar karena ketakutan. Saat kondisi rumah kosong, komplotan pelaku diduga masuk dan menggasak barang berharga.

Tak hanya itu, modus serupa juga disebut dilakukan di jalanan sepi dengan menyasar pengendara motor.

Viralnya video dan foto terkait teror pocong itu langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian mengaku resah dan khawatir karena konten yang beredar dibuat seolah-olah benar terjadi di lingkungan sekitar.

Namun di sisi lain, tidak sedikit warga yang mulai meragukan keaslian video tersebut. Beberapa unggahan dinilai tampak tidak natural dan diduga telah melalui proses edit digital demi menarik perhatian publik.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait aksi penculikan maupun tindak kriminal besar yang benar-benar dilakukan oleh sosok “pocong jadi-jadian” tersebut.

Selain itu, identitas pelaku maupun lokasi pasti dari sejumlah video viral juga belum terverifikasi secara jelas.

Situasi tersebut membuat aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Warga juga diminta untuk lebih bijak dalam menyebarkan konten di media sosial agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.