Billie Eilish Kecanduan Film Porno, Kenali Penyebab Pornografi

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Instagram/Billieeilish

Jakarta, Gpriority.co.id— Penyanyi sekaligus penulis lagu Billie Eilish mengaku dirinya kecanduan dengan film pornografi. Pelantun lagu Happier Than Ever ini mengungkapkan film porno telah menghancurkan otaknya sekaligus memberinya mimpi buruk.

Dalam sebuah wawancara kepada NBCNews, ia mengatakan menonton pornografi adalah aib.

“Sebagai seorang wanita, menurut saya pornografi adalah aib. Saya dulu sering menonton film porno, jujur saja. Saya mulai menontonnya ketika saya berusia 11 tahun,” ungkapnya kepada Howard Stern di Howard Stern Show.

Dari kecanduannya tersebut, kemudian menjadi inspirasi Billie dalam menulis lagu Male Fantasy di album Happier Than Ever.

Sebagaimana yang dialami oleh Billie Eilish, apa penyebab menonton pornografi? Lebih lanjut, simak selengkapnya yang dilansir dari Halodoc.

Penyebab kecanduan pornografi

Pornografi berdampak pada kesehatan psikologis. Hal tersebut terjadi karena perilaku hingga fungsi otak seseorang yang mengalami perubahan.

Kecanduan pornografi ada tiga tahap. Pertama munculnya rasa ingin tahu terhadap objek mengenai sosok manusia yang berhubungan tanpa busana. Tahapan ini kemudian berlanjut menjadi kebiasaan dan sulit menghentikannya.

Tentunya, faktor utama kecanduan dapat menyebabkan munculnya perasaan senang di otak. Hal itu karena tubuh, terutama bagian otak mengenali sesuatu yang menyenangkan sehingga berharap selalu bisa mengulanginya terus-menerus.

Dari situ, otak akan merespon dengan mengeluarkan hormon dopamine yang meningkatkan rasa puas, senang, dan bahagia.

Gejala kecanduan

Gejala dan tanda dari kecanduan dialami berbeda oleh tiap pengidapnya. Namun, beberapa gejala yang perlu diwaspadai seperti:

-Tidak memiliki kemampuan untuk berhenti dari hal yang dilakukan. Meski telah diketahui akan memiliki dampak negatif.

-Mengalami perubahan dalam suasana hati, tingkat nafsu makan, hingga pola tidur.

-Kehilangan minat pada hal-hal yang menjadi kegemaran.

-Menarik diri dari lingkungan sosial dan memiliki banyak hal yang ditutupi.

-Mengalami gangguan kecemasan, tingkat stres, hingga depresi yang cukup tinggi.

-Kesulitan dalam mengungkapkan perasaan.

-Lebih mudah marah dan tersinggung.

-Lebih mudah mengalami keluhan kesehatan.