BKKBN Gandeng HIPMI Mengentaskan Stunting

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : BKKBN Tangerang, Gpriority.co.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama BKKBN berkomitmen untuk bersama-sama tingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengentasan stunting. Hal ini dituangkan dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani kedua belah pihak dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional HIPMI XVIII di ICE BSD, pada Kamis (31/8).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) berharap kerja sama dengan HIPMI yang baru saja terjalin bukan sekadar masalah stunting melalui kegiatan CSR, tapi juga soal bonus demografi di Indonesia. Menurutnya sangat perlu dilakukan pemetaan sesuai dengan demografi penduduk masing-masing. Juga menjadi pertanyaan ketika ada suatu daerah yang bonus demografinya sudah menutup tapi pendapatan perkapitanya belum naik.

“Saya berharap kesenjangan demografi yang ada di Indonesia ini juga kemudian akan menentukan kapan kita itu keluar dari jebakan middle income trap sebetulnya. Karena kalau suatu wilayah yang sudah bonus itu kan pendapatan perkapitanya mestinya harus naik pesat ya,” ujarnya dikutip dari laman BKKBN.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo yang turut hadir dan mendukung gelaran Rapat Kerja Nasional HIPMI XVIII menyampaikan bahwa pada tingkat kompetisi masyarakat Indonesia kini berhasil naik 10 peringkat di dunia. Hal ini menunjukkan betapa SDM di Indonesia kini memiliki peningkatan daya saing di tingkat dunia. Presiden juga mendorong para pengusaha muda -sebagai bagian dari bonus demografi yang kini dialami Indonesia-, turut melakukan hilirisasi dalam tiap usahanya. Hilirisasi tak hanya pada tambang tetapi usaha-usaha UMKM juga dapat dilaksanakan hilirisasi.

“Kalau semua kita hilirisasikan, hitung-hitungan Bappenas itu 10 tahun yang akan datang, pendapatan perkapita kita akan mencapai USD 10.900. Lima belas tahun lagi akan muncul angka USD 15.800 income perkapita kita. Nanti di Indonesia Emas tahun 2045 akan muncul kurang lebih USD 25.000 income per kapita kita. Inilah goal tujuan kita,” pungkasnya.