Jakarta,GPriority.co.id-Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati menghimbau untuk mewaspadai musim kemarau 2023 yang dapat lebih besar potensi Karhutlanya dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Dwikorita potensi ini diperkirakan sebelum akhir tahun. “Di bulan Agustus hingga September, ujar Dwikorita saat menghadiri Antisipasi Musim Kemarau 2023 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu yang lalu.
Kemudian, berdasarkan kondisi iklim hingga Juni, secara umum potensi rendah untuk kejadian titik api. Dwikorita perkirakan wilayah utara Sumatera yang perlu di waspadai pada Februari 2023.
“Secara khusus, perlu diwaspadai potensi karhutla di wilayah utara Sumatera, yaitu Sumut, Riau dan Aceh pada Februari 2023,” katanya.
Dwikorita juga memaparkan jika Enso dan IOD 2023 diprediksi pada fase netral. Data tersebut akan diperbaharui kembali di bulan Februari 2023, saat rilis prakiraan musim kemarau oleh Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memaparkan ada lima instrument berkaitan dengan solusi permanen pengendalian karhutla.
“Ada lima instrumen berkaitan dengan solusi permanen pengendalian karhutla, yaitu sistem pemantauan hotspot dan operasi, Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), Operasi Lapangan/Patroli, Landscape management gambut dan law enforcement serta livelihood dan kesejahteraan masyarakat,” papar Siti.(Da.Foto: HumasBMKG)
