BNN: Asap Pemusnahan Narkoba Ganja Aman Dihirup

BNN: Asap Pemusnahan Narkoba Ganja Aman Dihirup BNN: Asap Pemusnahan Narkoba Ganja Aman Dihirup

Jakarta, GPriority.co.id – BNN (Badan Narkotika Nasional) mengungkap jika asap pemusnahan narkoba ganja aman dihirup. Hal ini dikarenakan asap tersebut sudah melalui proses pembakaran berlapis, yang menggunakan insinerator dua tungku.

Dijelaskan oleh Brigjen Budi Wibowo selaku Pelaksana tugas Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, pembakaran narkoba ganja dilakukan pada suhu tinggi sekitar 600-850 derajat Celcius pada tungku pertama.

Lalu, proses pembakaran narkoba ganja tersebut dilanjutkan di tungku kedua, yang mampu memecah seluruh molekul narkotika menjadi partikel halus dan senyawa sederhana, yaitu karbon dioksida (CO2) dan uap air (H20).

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, proses tersebut disebut oksidasi sempurna. Ia juga memastikan jika proses pemusnahan ini tidak akan meninggalkan jejak narkotika yang berbahaya.

Dalam pernyataan yang sama, Budi menyebut jika insinerator yang digunakan telah dilengkapi dengan sistem kontrol emisi canggih yang memenuhi standar internasional.

Sebagai informasi, insinerator tersebut mampu menghancurkan 99,99 persen kandungan narkoba. Mengacu pada hal tersebut, BNN memastikan jika pemusnahan narkotika melalui metode tersebut nantinya tidak akan memicu efek samping, juga dipastikan aman bagi lingkungan sekitar tempat pemusnahan narkoba.

Sebelumnya pada bulan Maret lalu, ditemukan sebanyak 59 titik ladang ganja subur di kawasan Bromo, melalui kamera drone.

Adapun 59 titik penanaman ganja tersebut dilakukan di zona rimba kawasan konservasi yang luasnya mencapai 6.367 hektare, serta sulit dijangkau oleh masyarakat.

Merespon hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah berkoordinasi dengan staf Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terlibat aktif untuk menemukan perkebunan ilegal tersebut.

Foto : Ilustrasi/iStock