Jakarta, GPriority.co.id – Menyikapi insiden jatuhnya Juliana Marins, Pemprov NTB (Nusa Tenggara Barat) kini membentuk tim penyelamatan Gunung Rinjani.
Diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB, Yusron Hadi, inisiatif pembentukan tim penyelamatan Gunung Rinjani tersebut berawal dari tekad Gubernur Lalu Muhammad Iqbal yang ingin memperbaiki sistem pendakian di Gunung Rinjani.
Pada tahap awal, 12 warga sekitar Gunung Rinjani akan menjalani pelatihan selama 10 hari oleh instruktur bersertifikat nasional dan internasional dari Federasi Pendakian Indonesia (FPTI), untuk menjadi personel penyelamatan dan evakuasi.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan respons yang lebih cepat dan efektif terhadap keadaan darurat di Gunung Rinjani, sekaligus meningkatkan infrastruktur. Termasuk diantaranya jalur pendakian, rambu peringatan, tali pengaman, serta posko evakuasi.
Selain meningkatkan keselamatan, Pemprov NTB juga berupaya memperbaiki citra Gunung Rinjani.
“Kami akan meningkatkan branding,” ujar Yusron.
Yusron juga menekankan jika Gunung RInjani seharusnya tidak hanya dilihat sebagai tempat pendakian gunung, melainkan juga sebagai destinasi pendakian gunung yang serius.
“Mendaki Rinjani tidak seperti mendaki bukit dalam episode Teletubbies. Mendaki Rinjani membutuhkan keterampilan, keahlian, dan kondisi fisik yang prima,” tegasnya.
Sebelumnya nama Juliana Marins, turis asal Brasil, menjadi sorotan usai meninggal dunia karena terjebak selama empat hari di Gunung Rinjani. Diketahui, pendakian ini merupakan pendakian pertama yang dilakukan Juliana Marins.
Juliana diperkirakan jatuh pada 21 Juni lalu, pukul 06.30 waktu setempat. Saat ditemukan, ia sudah berada dalam kondisi tak bergerak. Sayangnya, evakuasi baru bisa dilakukan pada 25 Juni, akibat cuaca yang buruk dan medan yang ekstrem.
Foto : Dok. Ilustrasi/Shutterstock
