Bos Asmindo Keluhkan Funitur Impor Masih Tinggi di Indonesia, Minta Regulasi Diperkuat

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat mengeluhkan masih tingginya impor dalam industri furniture di Indonesia.

Menurut laporan BPS, bahwa impor furnitur meningkat hingga 16 persen pada periode Januari-Oktober 2024.

“Ditambah semakin banyaknya pameran furnitur impor yang diselenggarakan di indonesia, kondisi ini semakin mempersempit ruang gerak bagi produk lokal kita,” kata Dedy di Jakarta, Kamis (23/1).

Dedy mengatakan, sebagai organisasi yang menangungi 90 persen anggota dikalangan UMKM, pihaknya sangat mengharapkan keberpihakan dan dukungan nyata dari pemerintah untuk melindungi pasar domestik.

“Kami berharap adanya dukungan regulasi yang lebih kuat untuk mengontrol arus impor furnitur termasuk dengan memberikan prioritas kepada produk lokal dalam belanja pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap pemerintah dapat menyediakan insentif untuk menarik investor untuk membangun pabrik yang dapat mampu menghasilkan produk masal bahan baku dari dalam negeri. Misalnya engsel, scrub dan lain sebagainya.

“Kemudian bersama-kita dapat mendukung pertumbuhan industri furnitur indonesia dapat mensejahterakan rakyat indonesia,” tutur Ketum Asmindo.

Disisi lain, Dedy mengungkapkan bahwa BPS mencatat selama periode januari hingga oktober 2024 ekspor furnitur mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.

“Ini merupakan kabar baik yang patut kita syukuri sekaligus modal optimis untuk menyongsong tahun 2025 dengan semangat lebih tinggi,” ucapnya.

Foto: GPriority/Dimas A Putra