BRIN Berencana Bangun Bandara Antariksa di Biak

Kepala BRIN, Arif Satria/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Kepala BRIN, Arif Satria/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana membangun Bandara Antariksa di Biak, Papua. Rencana ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam peluncuran satelit.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan, pihaknya telah mengkaji naskah akademik proyek tersebut. BRIN kini menunggu penetapan lokasi resmi sekaligus mendorong agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Bandara Antariksa ini sudah dikaji dan sudah disusun maskah akademisnya. Nah sekarang kita sedang menunggu langkah kelanjutan tentang penetapan lokasi secara resmi. Kemudian yang kedua adalah kita ingin mengusulkan ini menjadi proyek strategis nasional. Agar Bandara Antariksa ini benar-benar bisa terwujud,” ujar Arif kepada wartawan di Kantor BRIN, Jakarta, Kamis (27/11).

Menurut Arif, keberadaan bandara antariksa akan menjadi lompatan besar bagi perkembangan kedirgantaraan nasional. Hal ini, kata dia menjadi tonggak baru bagi kantariksaan di Indonesia ini

“Jadi ini kalau India saja punya, mestinya Indonesia juga harus punya. Memang belum banyak dunia ketiga yang memiliki Bandara Antariksa,” katanya.

Arif menjelaskan, bandara antariksa tersebut akan berfokus pada riset dan peluncuran satelit. Untuk itu, keberadaan bandara ini sebagai langkah kemandirian Indonesia.

“Kita tidak perlu lagi tergantung dari negara lain. Karena BRIN sudah bisa menghasilkan satelit-satelit yang bagus, termasuk persiapan satelit NEO-1 yang sekarang ini sudah disiapkan untuk diluncurkan tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu, Arif menuturkan, bahwa persiapan teknis tengah dilakukan. Ia menargetkan, pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026 mendatang.

“Jadi mudah-mudahan kalau mulai tahun 2026 sudah bisa kita persiapkan aspek kreditasinya dan berbagai perangkat-perangkat legal lainnya, bisa secara teknis bisa kita mulai,” ungkapnya.

Mengenai biaya pembangunan, ia menegaskan pentingnya status PSN. Untuk itu, ia mengusulkan ini menjadi proyek strategis nasional.