Malang, GPriority.co.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Berdasarkan laporan ANTARA yang dikutip pada Jumat (7/8), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 70 hektare, sementara tim gabungan masih berupaya mengendalikan kobaran api di kawasan pegunungan tersebut.
Api diketahui telah melewati perbatasan Kabupaten Lumajang dan merambat sekitar 1,5 kilometer ke arah Kabupaten Malang. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar, yang sebagian besar berada di kawasan konservasi TNBTS.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh personel gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Namun, proses penanganan menghadapi sejumlah kendala, terutama karena lokasi kebakaran berada di lereng pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel darat.
Selain faktor medan, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Arah angin yang bertiup ke barat membuat kobaran api lebih cepat merambat ke area vegetasi kering, sehingga memperluas wilayah terdampak dan menyulitkan proses isolasi titik api.
Berdasarkan laporan ANTARA, “Upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNBTS, dan Masyarakat Peduli Api. Namun, medan lereng yang sulit dijangkau serta arah angin yang bertiup ke barat membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang.”
Dampak kebakaran juga dirasakan sektor pariwisata. Untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memudahkan proses penanganan, pengelola TNBTS memutuskan menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
Sementara itu, wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan Bromo masih dapat menggunakan jalur masuk melalui Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, yang hingga kini tetap dibuka karena dinilai masih berada di luar area terdampak kebakaran.
Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak mengganggu proses pemadaman sekaligus mengurangi risiko bagi wisatawan. Pengunjung diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Balai Besar TNBTS sebelum merencanakan perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Kebakaran hutan di kawasan konservasi seperti TNBTS menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak ekosistem pegunungan, mengganggu habitat satwa liar, serta menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata.
Hingga kini, petugas gabungan masih berupaya mencegah agar kobaran api tidak meluas ke area lain, sembari melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
