Jakarta, GPriority.co.id – Pada masa peristiwa G30S/PKI tahun 1965, Bung Karno kehilangan kekuasaannya dan pada tahun 1967, ia dijauhkan dari kehidupan politik dan dipindahkan ke sejumlah tempat pengasingan. Salah satunya adalah Wisma Yaso yang terletak di kawasan Jakarta Selatan, kini Museum Satria Mandala.
Di Wisma Yaso, Bapak Proklamator, Bung Karno menghabiskan waktu selama masa pengasingan sebelum akhirnya dipindahkan ke tempat lain dan wafat.
Dalam beberapa catatan sejarah pada saat orde lama, bahwa Keputusan pengasingan Bung Karno ini diambil setelah runtuhnya kekuasaan Orde Lama oleh pemerintah Orde Baru setelah Soeharto mengambil alih kekuasaan. Wisma Arso yang kala itu menjadi kediaman pejabat tinggi militer, berubah menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk mengasingkan Bung Karno pada periode tersebut.
Selama berada di Wisma Yaso, Bung Karno tidak diberikan kebebasan penuh dan tidak terlibat dalam aktivitas politik maupun pemerintahan, Bung Karno diasingkan dari dunia luar.
Pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto berusaha untuk mengurangi pengaruh Bung Karno, yang masih memiliki banyak pendukung di masa itu, yang diyakini dapat mengonsolidasikan kekuasaan mereka.
Meski demikian, kondisi pengasingan ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan pengasingan di tempat lain seperti di Bali atau Bogor.
Di Wisma Arso, Bung Karno masih bisa menerima kunjungan terbatas dari keluarga dan beberapa orang terdekatnya, meskipun akses ke dunia luar sangat terbatas sekali.
Pengasingan Bung Karno di Wisma Yaso berlangsung hingga tahun 1970, ketika kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Pada tahun 1970, Bung Karno akhirnya dipindahkan ke Wisma Negara di Bogor untuk perawatan medis, namun ia tetap berada dalam pengawasan ketat. Bung Karno meninggal dunia pada 21 Juni 1970. (*)
Foto : Istimewa
