Sangatta, GPriority.co.id – Bupati Kutai Timur (Kutim), H Ardiansyah Sulaiman menerima audiensi Perwakilan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kantor Bupati, Sanggata pada Kamis (22/2).
Dalam momen tersebut, Bupati Ardiansyah mengaku senang mendengarkan paparan perwakilan Apkasi terkait Pendidikan. Menurut dia, hal ini sejalan dengan rencana untuk memajukan sektor Pendidikan di Kutim.
“Saya sekarang lebih senang banyak mendengarkan. Karena program ini menarik untuk dunia Pendidikan di Kutim,” ujar Ardiansyah dalam keterangan resminya.
Dalam paparannya, pihak Apkasi menjelaskan soal program beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) yang menyasar berbagai kalangan di Kutim. Yang mana program ini melibatkan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara.
Adapun dijelaskannya, motede pembiayaan penuh oleh pemeritah, separuh atau mandiri yang tidak mampu.
“Mengutamakan keilmuan yang memang dibutuhkan sesuai dengan visi dan misi Pembangunan Kutim. Program ini tentunya mengutamakan kualitas guru dalam pembelajaran. Khususnya ASN,” ujar pihak Apkasi, Imah.
Selain program Beasiswa, Imah menyebut terdapat program Bahasa Inggris praktis serta pembelajaran yang menyenangkan. Ia mengatakan jika program ini telah berjalan dibanyak daerah di Indonesia.
Sementara itu, untuk Disdikbud Kutim khusus program beasiswa, peran APKASI hanya memfasilitasi agar Kutim mendapatkan kuota jumlah peserta beasiswa. Karena memang jumlahnya yang terbatas di seluruh Indonesia.
Selanjutnya memberikan pendampingan selama 2,5 bulan kepada setiap calon peserta calon penerima beasiswa, agar terpilih atau lulus seleksi sebagai penerima beasiswa. Pasca-kelulusan, alumni juga akan mendapatkan sertifkat.
“Ada sertifikasi, nantinya sesuai program hilirisasi yang dituju maka para lulusan akan bisa langsung bekerja,” tambahnya.
Tak hanya itu, Imah menjelaskan para ASN dapat mengikuti perkuliahan dengan hanya separuh waktu belajar reguler. Karena pengalaman bekerja dapat di konversi menjadi SKS (satuan kredit semester). Kuliah dilaksanakan online dan apabila jumlah mahasiswa cukup atau lebih banyak, maka dosennya yang akan datang ke Kutim. Seluruh rencana program kerja sama tersebut dijelaskan rinci kepada Bupati Kutim. Bahkan hingga skema pembiayaan yang banyak macam.
Presentasi tersebut turut disaksikan Kadisdikbud dan perwakilan Bagian Sosial. Program beasiswa ini sudah berjalan dan mengirim mahasiswa ke Cina, Mesir dan lainnya. Di Cina, mahasiswa tak harus bisa berbahasa Mandarin terlebih dahulu, tapi tahun pertama digembleng dan bisa.
“Mahasiswa yang menempuh pendidikan tentunya sesuai dengan visi misi daerah, sehingga setelah lulus bisa mengimplementasikan ilmunya untuk membangun daerah,” tuturnya.
Dia menyebut empat perguruan tinggi penyelenggara RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang direkomendasi yaitu UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri Semarang), UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) serta UNJ (Universitas Negeri Jakarta)
Selain itu, Bupati juga mendengarkan sedikit paparan tentang metode belajar Bahasa Inggris
Praktis, serta Smart Teaching untuk Smart Teacher. Intinya adalah mendoktrin cara berpikir guru atau pengajar tentang cara menyampaikan ilmu yang menyenangkan.
Setelah mendengarkan semua paparan dimaksud, Bupati langsung saja menginstruksikan kepada Kadisdikbud Kutim untuk segera menindak lanjuti rencana kerja sama.
“Tolong didalami, ditindak lanjuti, programnya harus menyambung dengan rencana pengembangan pendidikan yang sudah disiapkan di Kutim,” pinta Ardiansyah. “Tetapi yang paling penting adalah siswa benar-benar menerima manfaat dan memanfaatkannya,” tambah Bupati yang diakhir acara saling bertukar cenderamata dengan perwakilan APKASI.
Foto: Diskominfo Kutim
