Bus Dilarang Beroperasi Sementara

Jakarta,Gpriority-Jokowi dalam rapat terbatas melalui video teleconference yang berlangsung pada Senin (30/3) mengatakan ada 14.000 orang yang mudik ke kampung halamannya selama 8 hari terakhir ini.
Para warga yang mudik tersebut rata-rata adalah pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Ikatan Pengusaha Auto Bus Kurniawan Fandi Ahmad mengakui memang ada lonjakan penumpang bis yang keluar Jakarta, menurutnya selama delapan hari terakhir ini ada 876 armada yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang Jawa Tengah, Jawa Barat dan DIY.

Namun lonjakan penumpang tidak berlangsung dengan lama dan sekarang sudah semakin menurun apalagi sekarang sudah ada larangan Bus antar-kota antar-provinsi (AKAP), bus antar-jemput antar-provinsi (AJAP), dan bus pariwisata dari Jabodetabek beroperasi untuk sementara waktu mulai Senin (30/3/2020) petang ini, tepatnya pukul 18.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, larangan itu diputuskan dalam rapat bersama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan beberapa pihak lainnya pada Minggu sore kemarin.

“Harapannya dengan pelarangan ini maka akan bisa menekan penyebaran corona virus di daerah-daerah tujuan. Selama ini informasi dan laporan dari daerah itu terjadi peningkatan ODP maupun PDP yang cukup signifikan,” kata Syafrin.(Hs)

Related posts