Cak Imin Ingatkan Warga RI: Jangan Asal Bekerja Di Luar Negeri Jika Belum Siap

Cak Imin Ingatkan Warga RI: Jangan Asal Bekerja Di Luar Negeri Jika Belum Siap/Foto : Dok. DPP PKB Cak Imin Ingatkan Warga RI: Jangan Asal Bekerja Di Luar Negeri Jika Belum Siap/Foto : Dok. DPP PKB

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyoroti banyaknya warga RI yang ingin bekerja di luar negeri.

Melihat fenomena tersebut, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Kamis (30/10), Cak Imin mengingatkan warga RI untuk tak asal bekerja di luar negeri, terlebih jika belum siap.

Ia menekankan, warga RI tak perlu tergesa-gesa untuk bekerja di luar negeri, apalagi jika tak ada persiapan matang dan mendapat informasi dari sumber yang jelas. Misalnya saja seperti para pekerja yang mengincar bekerja di Kamboja.

Hingga saat ini, menurut Cak Imin, sistem perlindungan di negara tersebut belum memadai bagi pekerja migran Indonesia.

“Berpergian ke luar negeri adalah hak asasi. Yang paling penting adalah jangan berangkat sebelum siap. Jangan asal mendapatkan informasi yang salah kemudian berangkat ke luar negeri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin juga meminta para calon pekerja untuk dapat selalu memeriksa legalitas serta keamanan negara tujuannya sebelum benar-benar berangkat. Pasalnya Kamboja sendiri sebenarnya tidak termasuk dalam daftar negara yang direkomendasikan untuk para pekerja.

Cak imin mengatakan, saat ini pemerintah melalui KBRI Kamboja terus memperkuat sistem perlindungan dan melakukan diplomasi guna menjamin keselamatan beserta hak-hak dari warga negara Indonesia (WNI) yang sudah bekerja di negara tersebut.

KBRI Kamboja juga telah menyediakan layanan administratif mulai dari perpanjangan paspor serta perlindungan dokumen penting.

Cak Imin pun kembali menekankan, meski bekerja di luar negeri merupakan hak setiap warga negara, namun harus tetap disertai dengan kesiapan serta tanggung jawab penuh agar tak terjerumus dalam situasi yang berisiko di masa mendatang.

Menurut laporan, 150 ribu WNI kerja di Kamboja hingga saat ini. Padahal, dilansir dari data PDB per kapita, Kamboja memang lebih miskin dibandingkan Indonesia.

PDB perkapita Kamboja sendiri tercatat hanya USD 2.630, sedangkan Indonesia jauh berada di atasnya, senilai USD 5.270. Bahkan, Kamboja juga masuk ke daftar 5 negara ASEAN dengan PDB rendah, selain Myanmar, Timor Leste, Laos, dan Filipina (menurut data IMF per April 2024).