Cara Atasi si Kecil yang Sering Marah

Apakah Si Kecil sering marah dengan mengamuk, menjerit, atau memukul? Jika iya, sebaiknya ibu jangan langsung berbalik marah, membentak, atau bahkan menghukumnya. Ibu perlu mengenali lebih dalam apa yang menjadi penyebab perilaku agresif pada Si Kecil.

Ketika anak marah, hal tersebut wajar terjadi sebagai bentuk meluapkan emosi yang dirasakan. Namun, jika mereka marah dengan mengamuk, menjerit, atau memukul, hal ini wajib dipertanyakan.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
1.Menenangkan
Jika Si Kecil bersifat agresif dengan marah atau memukul saat bermain, ibu dapat memanggilnya dan mengajaknya ke tempat tenang, kemudian tanyakan penyebabnya. Katakan pada mereka, marah tidak mengapa, asal jangan menyakiti orang lain.

2.Dengarkan Mereka
Sering kali orangtua mengabaikan mereka karena sibuk dengan ponselnya. Ketika hal ini terus-terusan terjadi, Si Kecil akan merasa tidak penting, sehingga marah adalah bentuk mereka dalam mencari perhatian orangtua.

3.Komunikasi
Ibu dapat membangun komunikasi sejak dini, agar orangtua mengerti apa yang dirasakan dan diinginkan Si Kecil. Serta saling tukar pendapat akan membuat Si Kecil merasa aman dan nyaman.

4.Peluk Mereka
Anak yang pemarah merupakan anak yang membutuhkan perhatian lebih kedua orangtuanya. Mereka akan mencari perhatian dengan cara yang salah. Dalam hal ini, ibu dapat memeluknya dan mengatakan bahwa ibu sangat sayang dengan mereka. Katakan pada mereka bahwa mereka harus jadi anak yang baik dan membanggakan.

5.Contoh Yang Baik
Orangtua memang akan selalu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, orangtua harus selalu menunjukkan kebaikan disetiap gerak-geriknya. Tak hanya perilaku, berikan juga ucapan-ucapan yang baik untuk anak.

6.Jangan Memukul Anak
Rewel memang terkadang menjadi sasaran empuk orangtuanya. Bagi yang tidak sabar, mereka akan memukul anak sebagai hukuman. Dalam hal ini, sebaiknya orangtua dapat memberikan pengertian yang tegas agar selalu diingat.

7.Pantau Mereka
Dalam hal ini, ibu dapat memantau anak saat sedang menonton televisi. Jangan biarkan mereka menonton film atau acara yang menunjukkan kekerasan fisik atau verbal. Mereka akan merekam segala sesuatu dalam otaknya. Bisa saja hal ini dapat memengaruhinya di kemudian hari. (VIA)

Related posts