Jakarta, GPriority.co.id – Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8). Mereka menuntut sejumlah hal dan meluapkan kekecewaan terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat yang belakangan ini menuai polemik.
Pantauan GPriority di lokasi menunjukkan aksi ini diikuti oleh berbagai serikat buruh, termasuk Garda Metal Indonesia, serta diramaikan dengan kehadiran dua truk pembawa pengeras suara. Orasi dan Semangat Perjuangan Suasana aksi dipenuhi orasi yang membakar semangat.
Salah seorang orator yang berorasi di atas truk melontarkan sindiran, “Semoga semua sehat-sehat, biar yang sakit yang sana saja!” sambil menunjuk ke arah Gedung DPR.
Tak hanya itu, perwakilan buruh juga berorasi mengenai upah yang kecil dan penolakan terhadap sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja. Sekjen Partai Buruh, Ferri Nuzarli, juga terlihat memberikan orasi.
“Kita harus lakukan revolusi undang-undang ketenagakerjaan! Kita harus berjuang dengan penuh semangat dan penuh dedikasi. Kita harapkan agar undang-undang itu segera disahkan, kawan-kawan!” seru Ferri.
Berikut adalah sederet tuntutan yang dibawa oleh massa buruh dalam aksi unjuk rasa ini:
– Stop PHK: Mendorong pemerintah untuk membentuk Satgas PHK guna mencegah pemutusan hubungan kerja.
– Reformasi Pajak Perburuhan: Menuntut kenaikan PTKP menjadi Rp7.500.000 per bulan, penghapusan pajak atas pesangon, THR, dan JHT, serta penghentian diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan yang sudah menikah.
– Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM): Mendesak kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5%–10%.
– Sahkan RUU Ketenagakerjaan Tanpa Omnibus Law: Mendesak pengesahan RUU yang menjamin kepastian kerja, upah layak, dan perlindungan sosial.
– Sahkan RUU Perampasan Aset: Sebagai langkah konkret untuk memberantas korupsi yang merugikan rakyat.
– Revisi Rancangan UU Pemilu: Mendesak perancangan ulang Pemilu 2029 agar lebih demokratis, adil, dan partisipatif.
Setelah berorasi, massa menyanyikan lagu-lagu perjuangan buruh. Namun, aksi damai ini sempat diwarnai insiden kerusuhan kecil ketika seorang pencopet tertangkap basah mengambil gawai salah satu peserta aksi. Aksi main hakim sendiri oleh massa terhadap pencopet pun tak terhindarkan.
Pencopet yang babak belur segera diserahkan kepada aparat kepolisian yang berjaga di gerbang Gedung DPR RI. Setelah insiden tersebut, massa unjuk rasa membubarkan diri sekitar pukul 12.15 WIB.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
