Jakarta, GPriority.co.id – Mengantisipasi maraknya partisipasi pelajar dalam aksi unjuk rasa, polisi telah mengamankan 276 pelajar yang dicegah untuk mengikuti demonstrasi pada Kamis (28/8).
Penangkapan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan. Polisi juga menyita barang bukti berupa sekitar 10 anak panah yang diduga akan digunakan untuk melukai aparat kepolisian. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Condro, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi.
Menanggapi pertanyaan soal kelompok pelajar yang diamankan, Susatyo menjelaskan bahwa semua pelajar akan diserahkan kepada polres masing-masing untuk dilakukan pembinaan.
“Semua pelajar yang diamankan, baik dari jajaran polres di Metro Jaya, akan dilakukan pembinaan di polres masing-masing,” ujar Susatyo. “Akan diberikan konseling, dipanggil orang tua, dan pihak sekolah.”
Setelah didalami, para pelajar mengaku mendapatkan pesan berantai di aplikasi pesan instan dan memutuskan untuk ikut dalam rombongan aksi di Jakarta.
Kombes Pol. Susatyo juga menambahkan bahwa sebagian dari mereka menggunakan jaket dan sebagian lagi memakai seragam.
“Sebagian menggunakan jaket dan sebagian menggunakan seragam, mungkin supaya mereka tidak terlihat,” tuturnya.
Lebih lanjut, pelajar yang datang ke Jakarta ternyata berasal dari luar Jabodetabek, seperti Cirebon, Cianjur, Banten, Indramayu, Purwakarta, Serang, Bogor, dan Bekasi. Hal ini ditegaskan oleh Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi.
Ia menjelaskan bahwa polisi selalu berupaya untuk bergerak cepat dan berniat mencegah agar pelajar tidak terluka dalam aksi yang dinilai berbahaya bagi mereka. Menurut Ary, pelajar tidak seharusnya ikut berdemonstrasi, apalagi di jam sekolah.
“Pelajar tidak seharusnya ikut demo, apalagi di jam pelajaran. Bayangkan, jam 08.30 WIB itu sudah ada yang dicegah yang keberangkatannya dari Indramayu, dari Cirebon,” tegas Ary.
Ary juga menekankan bahwa rekan-rekan demonstran adalah “saudara kita.” Pernyataan ini disampaikan sesuai arahan Kapolda Metro Jaya yang memimpin apel pelayanan pengamanan dengan pendekatan humanis.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
