Malut, GPriority.co.id – Masjid raya merupakan pusat ibadah umat Islam di setiap daerah. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat berjemaah, masjid raya juga kerap menjadi simbol religius, kebanggaan, sekaligus ikon arsitektur di wilayah tersebut.
Provinsi Maluku Utara memiliki sejumlah masjid raya yang tidak hanya megah, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.
Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi

Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi menjadi simbol keagamaan baru di ibu kota provinsi. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2025.
Berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dan mampu menampung hingga 10.000 jamaah, masjid ini memadukan arsitektur modern dengan nilai-nilai lokal Maluku Utara. Terletak di Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, bangunannya yang lapang dengan latar laut dan langit cerah khas Maluku menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.
Fasilitasnya pun terbilang lengkap, mulai dari pemandu multilingual, ruang informasi berpendingin udara, hingga gerai suvenir khas daerah. Masjid ini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang memperkenalkan sejarah Islam di wilayah Kepulauan Tidore.
Masjid Raya Al-Munawwar Ternate

Masjid Raya Al-Munawwar Ternate terletak di kawasan pusat administrasi dan zona ekonomi Kota Ternate. Masjid ini dikenal sebagai “masjid terapung” karena sebagian bangunannya berdiri di atas laut.
Diresmikan pada Ramadan 2010, masjid ini mampu menampung hingga 15.000 jamaah. Berdiri di atas lahan enam hektare dengan luas bangunan sekitar 9.512 meter persegi, menaranya menjulang setinggi 45 meter.
Meski sempat mengalami insiden robohnya dua dari empat menara, masjid ini tetap kokoh dan menjadi salah satu ikon spiritual masyarakat Ternate sekaligus destinasi wisata religi.
Masjid Agung Iqra Maba

Masjid Agung Iqra Maba merupakan masjid agung bagi Kota Maba dan Kabupaten Halmahera Timur. Masjid ini diresmikan pada 6 Maret 2015 oleh Bupati Halmahera Timur saat itu, H. Rudy Erawan. Masjid yang mampu menampung sekitar 3.000 jamaah ini dibangun di atas tanah wakaf masyarakat.
Secara arsitektur, bangunannya tampil mencolok dengan dominasi warna merah muda dan merah hati. Masjid dua lantai ini dilengkapi satu kubah utama dan empat kubah kecil di tiap sudut bangunan.
Masjid Raya Sanana

Masjid Raya Sanana merupakan masjid raya Kabupaten Kepulauan Sula yang berdiri di ibu kota kabupaten, Sanana.
Masjid ini tampil megah dengan kubah besar berwarna hijau dan empat menara di setiap sudut bangunan. Sentuhan arsitektur bergaya Timur Tengah terasa kental, terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Interiornya relatif sederhana, namun ruang utamanya luas dan lega, sehingga nyaman digunakan untuk ibadah berjemaah.
Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo

Masjid Raya Sigi Lamo Jailolo berdiri di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Masjid ini dibangun pada 2014 di atas tanah wakaf seluas 2.500 meter persegi dengan daya tampung sekitar 1.800 jamaah.
Masjid ini dominasi warna merah dan putih yang menyerupai warna bendera Indonesia. Lokasi masjid ini berada di bibir pantai dengan latar perbukitan menjadikannya salah satu landmark kebanggaan masyarakat Jailolo. Saat matahari terbenam, panorama di sekitar masjid menghadirkan pemandangan yang indah dan memikat.
Masjid Agung Al-Amin Tobelo

Masjid Agung Al-Amin Tobelo berlokasi di Desa Marimoi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Masjid yang dibangun pada 1962 ini berstatus sebagai masjid besar dengan luas tanah 2.025 meter persegi dan luas bangunan 3.135 meter persegi.
Berdiri di atas tanah wakaf, masjid ini menjadi pusat ibadah masyarakat setempat dengan jumlah jamaah harian berkisar 50 hingga 100 orang. Keberadaannya menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di wilayah Halmahera Utara.
