Di Acara Halal Bihalal Mendag Bicara Hasil Rapat G20

Jakarta, Gpriority – Acara halal bihalal Idul Fitri 1440 H yang diadakan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dihadiri oleh mantan Menteri Perdagangan, duta besar asing di Indonesia, Komisi VI DPRI RI dan para undangan serta teman-teman awak media berjalan lancar, di Auditorium Kemendag, Gedung Utama Lantai Dasar, Rabu (12/6).

Dalam acara tersebut juga Mendag menyampaikan sedikit perihal G20 terkait sikap Indonesia. ” Kita menyoroti dengan kalimat yang sedikit keras mengenai defisit of trust dari mutilateral tradic system adalah sesuatu yang sudah kita sepakati dan dalam kaitan tersebut sebenarnya message yang ingin kita sampaikan adalah hubungan perdagangan antar negara yang semakin meningkat,” kata Mendag Enggar.

Kata Enggar, kita menyoroti mengenai peran dan fungsi WTO. Kita mendukung dilakukannya reform tetapi kita menyampaikan agar dibagi dua menjadi proses dan substent.

“Secara khusus kita menyampaikan mengenai aplet buddy kalau tidak diisi pada bulan Desember ini, maka WTO akan kehilangan fungsinya. Kita mendukung Jepang sebagai presidensi dari G20 kali ini, agar menghasilkan joint statement. Saat Menteri Seiko datang. Kita mendukung setidaknya G20 tingkat ministrial ini menghasilkan sesuatu, tetapi nampaknya tidak mudah,” ujarnya.

“Ada beberapa negara yang meminta untuk tidak di masukan mengenai aplet buddy dan atensi yang meningkat dari perang dagang, ” lanjutnya.

Enggar mengatakan, mengenai data flow with trust kami mengikuti sikap apa yang diambil oleh Menteri Kominfo karena ini adalah keharusan dan juga ke hati-hatian agar menghormati ketentuan yang berlaku di negara masing-masing. Dan tidak ada satupun negara termasuk Indonesia agar diberikan prioritas MSNIS. #Riri

Related posts

Leave a Comment