Dianggap Jadi Ruang Kebersamaan, Pramono Dukung Lebaran Betawi Digelar Setiap Tahun

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan jajaran serta Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo dalam Lebaran Betawi 2026/Foto Pemprov DKI

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 sebagai bentuk menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman ibu kota.

Menurutnya, Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang hangat. Tradisi ini mengingatkan masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta, mulai dari saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga nyorog sebagai sarana menanamkan adab serta mempererat hubungan antargenerasi.

“Tradisi ini mengingatkan kita untuk terus memperkuat nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta, seperti saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga nyorog sebagai sarana menanamkan adab dan mempererat hubungan antargenerasi,” kata Pramono dalam keterangannya, dikutip Senin (13/4).

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendukung Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik penyelenggaraan.

Menurutnya, keberhasilan berbagai perayaan lintas agama dan budaya di Jakarta turut berkontribusi pada meningkatnya kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo atau Foke, menegaskan bahwa Lebaran Betawi memiliki makna lebih dari sekadar seremoni pasca-Idulfitri. Tradisi ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas kota.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” jelasnya.

Dia juga menyoroti tradisi antaran dalam Lebaran Betawi sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua.

“Tradisi ini bagian dari adat yang perlu terus dilestarikan. Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan di tengah keberagaman. Betawi bersatu, Jakarta maju. Insyaallah Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.