Jakarta,Gpriority- Juni 2021 merupakan bulan yang dipilih PT Pindad (Persero) untuk meluncurkan kendaraan terbarunya bernama rantis maung versi sipil.
Dikutip dari Kumparan.com (18/1/2021), rantis maung versi sipil merupakan tipe terbaru dari rantis maung yang dibuat Pindad dan akan dijual untuk umum. “ Karena dijual untuk umum, makanya PT. Pindad telah melakukan banyak perubahan,” ucap Direktur Utamanya Abraham Mose.
Adapun perubahan yang dimaksud, yang pertama adalah tampilan, berdasarkan masukan dari pehobi otomotif , tampilan Rantis Maung harus banyak diubah lebih komersial, menarik dan tidak kaku.
Kedua, beberapa perlengkapan dan fitur yang tidak diperbolehkan untuk kendaraan sipil menurut Abraham juga akan dihilangkan. Adapun fitur dan perlengkapan yang dimaksud adalah bracket senjata dan perlengkapan tempur, pengurangan rollbar, perangkat GPS navigasi, serta tracker kendaraan.
Lalu untuk urusan jantung pacu, rantis Maung tetap akan mempertahankan mesin yang sama seperti versi militer. Adapun mesin yang dimaksud adalah Diesel milik Toyota Hilux berkode 2GD-FTV. “Di atas kertas, mesin itu memiliki spesifikasi kubikasi 1.494 cc turbo Diesel 16 katup DOHC, dan mampu menghasilkan tenaga 149 dk dan torsi 400 Nm. Untuk sistem penggeraknya, rantis Maung menggunakan sistem penggerak empat roda atau 4WD,” ucap Abraham Mose.
Selain menggunakan mesin Toyota Hilux, PT Pindad juga tengah berencana akan menggunakan mesin milik Ford, Land Rover Defender, serta dari TATA Motor.
“Kami juga lagi mencoba main di mesin lainnya untuk sedikit menekan harga. Meskipun rantis maung sangat cocok dengan si Hilux ini. Makanya di 10 unit pertama yang saya launching masih tetap akan bermain di mesin Hilux,” Ucap Abraham.
Terkait dengan harganya? Abraham menjelaskan untuk 10 unit pertama, Pindad membanderolnya Rp.600 juta. “ Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan versi militernya yakni Rp.500 juta, tapi kami mencatat sudah ada 60 konsumen yang berminat untuk memesan rantis maung versi sipil. Dari ke-60 konsumen tersebut, akan kami saring kembali, mengingat unit yang kami buat jumlahnya sangat terbatas,” tutup Abraham Mose.(Hs)
