Jakarta, GPriroity.co.id – Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Timur (Kutim) optimis target sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil-Jurisdictional Approach (RSPO-JA) atau standar global sawit berkelanjutan dapat tercapai. Mengingat, Kutim telah melaksanakan kajian gap analisis untuk mencapai RSPO JA.
“Sudah tentu optimis, karena Kutim juga telah melaksanakan kajian gap analisis untuk mencapai RSPO JA. Termasuk telah disiapkan beberapa kebijakan termasuk Ranperda Penyelenggaraan Perkebunan Berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kutim Ir. H. Sumarjana MP. saat dihubungi GPrirotiy di Jakarta, Jumat (27/12).
Kendati demikian, Sumarjana mengaku belum menetapkan target selesainya sertifikasi tersebut. Karena, kata dia, sifatnya pilotting dan RSPO sendiri bersama tiga pilotting yang ada, yaitu Equador, Sabah dan Kabupaten Seruyan terus mengkaji untuk penetapan prinsip dan kriterianya.
Saat ini, dia menjelaskan pihaknya telah memenuhi syarat untuk mencapai standar global sawit berkelanjutan yakni membentuk forum multi pihak (FORMIKA), menyusun rencana kerja, dan menyiapkan Letter of Intent (LoI) dari Bupati. “Ketiga syarat tersebut sudah dipenuhi, tinggal kirim ke Sekretariat RSPO,” lanjutnya.
Disisi lain, Sumarjana mengakui bahwa terdapat sejumah tantangan yang perlu dihadapi salah satunya, membangun kesepahaman para pihak.
“Khususnya Pelaku Usaha Perkebunan sehingga tercapai komitmen bersama untuk mencapai target RSPO JA tersebut. Tantangan tsb diatasi dg membangun komunikasi dan diskusi (FGD) dg para pihak agar tercapai kesepahaman dan komitmen Bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menurutnya, Disbu berkomitmen untuk memfasilitasi kepentingan para pihak, khususnya pelaku usaha perkebunan dalam mewujudkan standart global sawit berkelanjutan.
“Sisi positif lainnya, dengan melaksanakan RSPO JA secara tidak langsung membantu Pekebun dalam persiapan Sertifikasi ISPO,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kutai Timur berkomitmen menerapkan langkah strategis menuju standar global keberlanjutan di sektor sawit. Komitmen ini dibuktikan lewat mempercepat penerapan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil-Jurisdictional Approach (RSPO-JA).
Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan harapannya jika program ini mampu membawa Kutim menjadi pelopor dalam pembangunan berkelanjutan berbasis komoditas sawit.

“Jika RSPO menjadi standar global, kita harus maksimal memanfaatkannya untuk masa depan daerah,” kata Ardiansyah saat menemui tim The United States Agency for International Development- Sustainable Environmental Governance Across Regions (USAID SEGAR) dan Konsorsium GIZ Sustain, Kamis (19/12) lalu.
Dengan penerapan RSPO-JA, diharapkan produk sawit Kutim mampu bersaing di pasar global sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah. Langkah ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi Kutim sebagai pusat hilirisasi sumber daya alam terbarukan.
Foto: G-Smart.id
