Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah video wawancara viral beredar di media sosial, saat wartawan menanyakan isu transfer data warga RI ke AS, kepada Presiden Prabowo.
Dalam video tersebut, Prabowo tampak bingung saat ditanyakan lebih lanjut terkait kesepakatan transfer data pribadi warga RI ke AS.
Ditemui wartawan di JCC Senayan pada Rabu (23/7) malam, Prabowo hanya menjawabnya secara singkat.
“Negosiasi masih berjalan,” ujarnya tanpa adanya penjelasan lebih lanjut.
Jika anda melewatkannya, kesepakatan tersebut merupakan bagian dari negosiasi penurunan tarif impor antara Indonesia dengan AS, dari semula 32 persen turun menjadi 19 persen. Negosiasi ini pun menyita perhatian publik.
Untuk meyakinkan warga RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, secara tegas mengatakan jika transfer data dilakukan secara bertanggung jawab, dan sesuai hukum Indonesia.
Sementara, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengatakan jika pertukaran data hanya untuk kepentingan komersial. Diantaranya seperti transaksi barang yang berisiko tinggi, serta bukan digunakan untuk pengelolaan oleh pihak asing.
Pemerintah Indonesia menyebut jika semua proses tersebut akan berjalan dalam kerangka perlindungan data pribadi yang sudah diatur dalam UU PDP.
Sebelumnya, Pemerintah AS juga menegaskan bahwa mereka telah lama melakukan reformasi untuk memperkuat perlindungan data. Nantinya, pengelolaan data pribadi warga RI ini akan mengacu pada hukum perlindungan data di Indonesia.
“Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk memindahkan data pribadi dari wilayahnya ke Amerika Serikat, melalui pengakuan AS sebagai negara atau yuridiksi yang menyediakan perlindungan data memadai,” tekan Pemerintah AS.
