Dokter Ini Ungkap Lebih Bahaya Kurang Tidur Daripada Kurang Makan Nasi, Apa Alasannya?

dokter Yohana Onimerrynda menyebut lebih khawatir melihat orang yang terbiasa tidur hanya 4–5 jam setiap malam dibandingkan orang yang kurang mengonsumsi nasi/Foto : Dok. Istimewa dokter Yohana Onimerrynda menyebut lebih khawatir melihat orang yang terbiasa tidur hanya 4–5 jam setiap malam dibandingkan orang yang kurang mengonsumsi nasi/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Pernyataan dokter Yohana Onimerrynda mengenai kebiasaan kurang tidur menarik perhatian publik. Ia mengaku lebih khawatir melihat orang yang terbiasa tidur hanya 4–5 jam setiap malam dibandingkan orang yang kurang mengonsumsi nasi.

Pernyataan tersebut bukan berarti konsumsi nasi boleh dilakukan secara berlebihan. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya masyarakat memperhatikan waktu tidur sebagaimana mereka memperhatikan pola makan dan asupan gizi.

“Sebagai dokter, aku lebih takut sama orang yang kurang tidur daripada orang yang makan nasi,” tulis dr. Yohana dalam unggahannya.

Menurut dr. Yohana, masih banyak orang yang sangat ketat mengatur makanan, tetapi menganggap tidur hanya 4–5 jam setiap malam sebagai sesuatu yang wajar. Padahal, kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Secara medis, tidur bukan sekadar waktu untuk menghilangkan rasa lelah. Kementerian Kesehatan menyebut tidur berperan dalam menjaga fungsi kognitif, konsentrasi, daya ingat, metabolisme, serta sistem kekebalan tubuh. Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam.

Kebiasaan tidur terlalu singkat dapat menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi, mudah lupa, mengalami perubahan suasana hati, dan tetap merasa lelah setelah bangun. Dalam jangka panjang, kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Menariknya, kurang tidur juga dapat memengaruhi pola makan. Dalam penjelasannya, dr. Yohana mengatakan bahwa kurang tidur bisa membuat seseorang makan lebih banyak tanpa sadar.

“Kenapa tidur itu penting? Karena kurang tidur bisa membuat kita makan lebih banyak tanpa sadar,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat upaya menjaga berat badan tidak cukup hanya dengan mengatur jenis makanan. Waktu tidur yang memadai juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

Kementerian Kesehatan pun mengingatkan bahwa kekurangan tidur secara kronis dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat reaksi, dan mengganggu memori. Jika berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya dapat berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Karena itu, menjaga kesehatan tidak hanya berarti memilih makanan yang tepat dan rutin berolahraga. Tidur cukup dan berkualitas juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi orang yang memiliki kebiasaan tidur hanya 4–5 jam setiap malam.