Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi Hantavirus yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.
Arzeti menegaskan, kunci utama menghadapi isu kesehatan ini adalah kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Kita harus menyikapi informasi ini secara bijak. Jangan panik berlebihan. Berdasarkan penegasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Fokus kita saat ini adalah memperkuat langkah pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Arzeti Bilbina di Jakarta, Senin (11/5).
Legislator asal Jawa Timur itu meminta masyarakat tidak terhanyut dalam kepanikan massal. Sebab, hingga saat ini belum ada indikasi medis yang menunjukkan bahwa Hantavirus berpotensi menjadi pandemi global seperti COVID-19.
Menurutnya, kepanikan yang berlebihan justru berisiko memicu keresahan dan penyebaran disinformasi.
“Kami juga meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi tidak berdasar yang hanya akan memicu kepanikan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arzeti mengingatkan bahwa Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus atau kotorannya. Karena itu, ia mendesak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga sanitasi hunian agar rumah tidak menjadi tempat berkembang biaknya hewan pengerat.
“Kita bisa mencegah hantavirus ini dari tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabung secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan area penyimpanan makanan tertutup dan steril,” tuturnya.
Meski risiko pandemi dinilai rendah, Arzeti meminta pemerintah tetap aktif melakukan langkah antisipasi. Ia mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi mengenai gejala serta langkah-langkah pencegahan Hantavirus agar masyarakat memiliki pemahaman yang akurat.
Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah perlu memberikan edukasi secara masif, sementara masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan mulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Sinergi ini penting agar kita bisa meminimalisir segala risiko kesehatan sekecil apa pun,” pungkasnya.
