Jakarta, GPriority.co.id – Usai permasalahan ijazah palsu Jokowi selesai, kini muncul polemik baru terkait dokumen pribadi milik Presiden RI ke-7 tersebut. Kali ini, skripsi Jokowi saat dirinya masih berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), turut dilaporkan ke pihak kepolisian.
Diajukan oleh Muhammad Risman Pasigai, skripsi Jokowi dianggap juga bermasalah. Kendati demikian, Jokowi menanggapi hal tersebut dengan santai dan menambahkan, jika setelah ijazah dan skripsi, dokumen pribadi miliknya yang lain seperti KTP ataupun sertifikat tanah, juga bisa saja dipermasalahkan.
“Ya dilaporkan saja. Setelah ijazah, skripsinya dilaporkan, setelah itu KK-nya dilaporkan, setelah itu KTP-nya dilaporkan, setelah itu SIM-nya dilaporkan, terus nanti sertifikat tanah rumah juga dilaporkan. Saya layani,” Jokowi menanggapi.
Sebelumnya pada kasus pelaporan ijazah palsu Jokowi, pihak UGM telah memastikan jika Jokowi merupakan lulusan sah dari Fakultas Kehutanan. Dengan bukti dokumen akademik yang valid, pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya unsur pemalsuan.
Kendati demikian, kini drama pelaporan dokumen pribadi Jokowi terus berlanjut. Bahkan isu tersebut dari ranah hukum bergeser ke ranah politik serta juga mempengaruhi persepsi publik.
Dari perdebatan yang ada, muncul pertanyaan apakah hal ini merupakan bentuk keterbukaan terhadap publik, atau justru merupakan unsur politisasi kepala negara.
Namun, dalam hal ini publik menyoroti sikap Jokowi dalam menghadapi hujan kritikan terhadapnya. Ia dinilai dapat tetap persikap tenang, dengan memasukan sindiran secara halus, serta dibalut dengan sentuhan humor khasnya.
Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) resmi menutup penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebagai informasi, ijazah Jokowi dengan NIM 1681 KT yang diterbitkan pada 5 November 1985 telah diuji bersama tiga ijazah pembanding, dan semua elemen seperti kertas, teknik cetak, tinta, hingga stempel terbukti berasal dari produk yang sama.
Usai kasus ini dinyatakan selesai, Djuhandhani berharap hasil penyelidikan ini juga dapat mengakhiri polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi dan turut menciptakan ketenangan nasional. Namun sayangnya, drama ini belum menemui titik akhir. Entah dokumen pribadi Jokowi mana lagi yang akan dipermasalahkan setelah ini.
