Dua BTS Dibangun, Cakupan Jaringan Seluler di Maluku Tenggara Naik Jadi 92 Persen

Ilustrasi base transceiver station (BTS). Foto: istimewa Ilustrasi base transceiver station (BTS). Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Dua menara Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Ohoi Ohoituf dan Ohoi Mun tepatnya di wilayah Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara mulai dibangun.

Kepala Dinas Kominfo Maluku Tenggara, Antonius Raharusun, mengonfirmasi bahwa pembangunan kedua BTS tersebut telah memasuki tahap mobilisasi material.

“Puji Tuhan, pembangunan dua site BTS di Kei Besar Utara Barat sedang berjalan. Jika selesai, keduanya akan mengatasi keterbatasan jaringan di sekitar 11 ohoi yang selama ini mengalami blank spot,” jelasnya dikutip infopublik, Rabu (10/9)

Antonius menyebut bahwa dengan beroperasinya dua BTS baru tersebut, cakupan jaringan seluler di Maluku Tenggara diproyeksikan meningkat dari 86 persen menjadi 92 persen pada akhir 2025.

“Ini tentu berdampak langsung pada akses pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga geliat ekonomi masyarakat di ohoi-ohoi tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Malra juga menyiapkan langkah lanjutan dengan membuka peluang pembangunan BTS di wilayah lain. Salah satu site yang sedang menunggu kelengkapan dokumen Site Acquisition (SITAC) dari BAKTI Kominfo adalah Site Waer. Sementara di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, peningkatan kapasitas empat BTS eksisting juga tengah dirancang.

Ohoi lainnya seperti Ohoinangan dan Kilwat juga menjadi prioritas dalam perluasan layanan internet. “Dengan kehadiran jaringan, harapan masyarakat untuk hidup yang lebih baik akan terwujud. Ini bukan sekadar janji, tapi komitmen nyata,” lanjut Antonius.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran dan dukungan penuh dari Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital di daerah yang memiliki tantangan geografis kompleks.

“Semua ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di bidang telekomunikasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Thaher Hanubun menegaskan pentingnya infrastruktur jaringan sebagai fondasi digitalisasi sektor pendidikan.

“Segala infrastruktur dan perangkat menuju Google for Education telah disiapkan jauh-jauh hari. Ini bukan wacana, tapi hasil perencanaan matang,” tegasnya.

Hingga saat ini, cakupan jaringan internet di Maluku Tenggara telah mencapai 98 persen. Daerah ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pelopor transformasi digital di kawasan Indonesia Timur.

Dengan target operasional tiga BTS baru hingga akhir 2025, Pemkab Maluku Tenggara optimistis cakupan layanan komunikasi bisa menembus 92 persen.

“Belum 100 persen, tapi progresnya sangat signifikan. Ini langkah besar untuk menjawab kesenjangan digital dan memperkuat kualitas SDM di wilayah kepulauan,” ucap Antonius.

Adapun sebanyak 11 ohoi (desa) akan terdampak positif dari hadirnya sinyal 2G dan 4G, yakni:

Ohoi Dangarat

Ohoi Faa

Ohoi Ohoituf

Ohoi Hangur

Ohoi Ngurwalek

Ohoi Mun Ohoiir

Ohoi Mun Essoy

Ohoi Mun Kahar

Ohoi Mun Ngurdiwain

Ohoi Mun Ohoitadiun

Ohoi Mun Werfaan