Jakarta, GPriority.co.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menemukan dua spesies anggrek baru yang ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru. Kedua spesies tersebut adalah Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.
Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa penemuan ini terjadi pada awal Januari 2026 saat petugas melakukan patroli kawasan sekaligus inventarisasi biodiversitas.
“Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis sama-sama ditemukan pada awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah catatan atau temuan baru di TNBTS yang mana selama ini belum pernah terdata,” kata Toni di Kota Malang, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Selasa (31/3).
Dua spesies anggrek tersebut ditemukan pada habitat serupa, yakni area teduh dengan lapisan humus tebal serta kondisi lembap pada ketinggian 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.
Secara morfologi, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Gastrodia selabintanensis memiliki panjang perbungaan sekitar 15–25 sentimeter dengan 2–4 kuntum bunga.
Kelopaknya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar dan berkutil, sementara mahkotanya berwarna putih semu dengan sentuhan kuning.
Sementara itu, Gastrodia biruensis memiliki perbungaan lebih panjang, yakni 18–32 sentimeter dengan jumlah bunga 3–5 kuntum. Kelopak bunganya berwarna coklat kekuningan dengan tekstur halus, sedangkan mahkotanya berwarna putih dengan kombinasi oranye.
Meski telah teridentifikasi sebagai spesies baru, TNBTS belum menetapkan nama lokal untuk kedua anggrek tersebut. Penemuan ini sekaligus menambah kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi total 309 spesies anggrek.
Toni menegaskan, pihaknya akan terus melakukan langkah konservasi untuk menjaga keberlangsungan habitat kedua spesies tersebut.
“Kedua jenis ini termasuk tumbuhan mycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya. Upaya lainnya, pemetaan sebaran populasinya dengan cara identifikasi pada lokasi lain pada musim berbunga,” tutur Toni.
