Jakarta, GPriority.co.id – Sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, Pakistan dilaporkan akan ikut menyerang Israel dengan nuklir.
Disampaikan oleh Jenderal Mohsen Rezaei dari Korps Garda Revolusi Iran, Pakistan menegaskan jika ancaman ini akan benar-benar terjadi jika senjata nuklir Israel terlebih dahulu dijatuhkan ke Iran.
Kendati demikian, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif, membantah adanya komitmen tersebut. Asif menegaskan, jika senjata nuklir Pakistan hanya akan digunakan untuk pertahanan nasional yang sesuai dengan aturan internasional.
Namun, Pakistan secara tegas akan tetap menyuarakan dukungan untuk Iran serta menyerukan solidaritas antar negara-negara Muslim, untuk melawan Israel. Pakistan juga mengecam sikap Israel yang tidak patuh terhadap perjanjian nuklir internasional.
Konflik Iran-Israel meningkat usai Israel terlebih dahulu meluncurkan Operasi Rising Lion pada 13 Juni lalu. Israel saat itu menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran, serta para ilmuwan nuklirnya.
Sebagai bentuk balasan, Iran kemudian juga meluncurkan Operasi True Promise III dengan menggunakan ratusan drone serta rudal (misil) balistik.
Menurut laporan, beberapa rudal Iran bahkan berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome, juga menghantam Tel Aviv dan Yerusalem. Akhirnya, sirene peringatan di kota-kota tersebut pun berbunyi.
Situasi tersebut kian memperburuk ketegangan regional. Kekhawatiran akan potensi ekskalasi konflik berskala besar pun muncul setelahnya.
Foto : Dok. AP
