Efek Positif dan Negatif Menjadi Seorang Influencer

Jakarta, GPriority.co.id– Era digital seperti saat ini pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya influencer. Ya, influencer adalah figur yang memiliki banyak followers di sosial media dan memiliki pengaruh besar terhadap khalayak.

Pemahaman tentang influencer juga bisa ditilik melalui sudut pandang marketing dan bisnis. Influencer adalah salah satu dari strategi pemasaran yang memiliki tugas untuk mempengaruhi opini dan perilaku audience sesuai dengan karakter influencer itu sendiri.

Sebagai figur yang terkenal, apakah sebenernya efek positif dan negatif yang dirasakan bila menjadi influencer? Berikut penjelasannya.

Dampak positif:

1.Memiliki Followers dan Viewers yang Banyak.

Tentu hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap influencer. Jumlah pengikut sosial media menjadi tolak ukur seberapa populer dirinya dikalangan masyarakat. Selain itu, followers yang banyak juga memberikan benefit berupa engagement rate yang akan berpengaruh pada pendapatan berupa material.

2.Jadi Panutan Banyak Orang
Kata panutan disini mengarah ke hal yang positif. Influencer saat ini tidak akan lepas dari suatu hal yang trendi. Trend-trend tersebut dapat menarik perhatian warga net sehingga banyak yang mengikutinya. Tak hanya trend, bila Anda sebagai influencer memberikan tips-tips bermanfaat maka itu juga menjadi benefit bagi diri Anda sendiri. “Positive vibes” yang Anda pancarkan melalui aktivitas sosial media Anda akan memberikan citra positif terhadap khalayak.

3.Memiliki Penghasilan yang Awalnya dari Passion
Penghasilan seorang influencer tidak bisa dianggap sebelah mata, apalagi bila influencer tersebut memiliki followers dan viewers yang luar biasa banyak dari akun sosial medianya.

Konten tiap influencer tak jarang berawal dari passion yang mereka miliki. Salah satu contohnya bila merasa pandai memasak, maka dibuatlah konten-konten memasak yang menarik dan unik dari yang lain agar warga net tertarik.

Biasanya influencer banyak berkarya di YouTube dan TikTok untuk mendapatkan keuntungan berupa material. Diketahui penghasilan dari konten-konten tersebut dapat mencapai ratusan juta rupiah, menggiurkan bukan?

4.Koneksi Luas Sesama Influencer
Pernah melihat kolaborasi antar vlogger? Baik sesama jenis vlogger atau berbeda jenis? Ya, itulah bukti dari koneksi yang dimiliki oleh seorang influencer. Circle sosial influencer akan menjadi luas, hal ini bisa saja disebabkan karena kebutuhan variasi konten kolaborasi, bisnis, atau hal lainnya.

Dampak negatif:

1.Hidup dengan Tuntutan Kesempurnaan

Kehidupan para influencer yang tampak sempurna, keren, terlihat selalu bahagia dengan keadaan ekonomi dan sosialnya, atau hal lainnya yang tidak dimiliki oleh sebagian orang dimuka bumi ini.

Meski tidak semua influencer, tetapi tak jarang ditemukan kasus influencer yang sebenarnya tidak seperti apa yang ia pamerkan dalam konten medianya. Hanya sebatas kebutuhan konten tetapi hal itu sudah biasa dilakukan hingga dianggap memiliki. Citra yang tidak sesuai dengan kenyataan namun sudah terlanjur terbentuk, sadar atau tidak akan menjadi tuntutan hidup untuk terus melakukan hal seperti itu.

2.Dikelilingi Opini Publik
Ini hal yang tidak bisa lepas dari orang yang terkenal termasuk influencer. Publik yang menyoroti kehidupan influencer dari konten sosial media pastinya memiliki opini tersendiri dan tidak bisa disama ratakan.

Opini publik dapat berupa hal positif dan negatif. Jika dihadapkan dengan opini publik yang tajam dan negatif, influencer harus siap dengan memiliki mental yang kuat. Terkadang opini-opini yang dilontarkan warga net dapat menyinggung perasaan. Meski begitu, opini publik yang positif juga menjadi penyemangat dalam terus berkarya di sosial media.

3.Ketergantungan dengan Sosial Media
Dampak negatif terlahir bagi kehidupan influencer adalah ketergantungan dengan sosial media. Kehidupan sehari-harinya cenderung akan diperlihatkan kepada khalayak, bisa jadi bila tidak memposting sesuatu akan merasa ada sesuatu yang kurang.

Influencer sendiri memiliki berbagai jenis tergantung pada media apa yang digunakannya untuk menarik perhatian, contoh influencer Instagram (Selebgram), influencer YouTube (YouTuber), influencer TikTok (TikToker), atau influencer blog (Blogger). Bukan hanya itu, jenis influencer juga di tentukan berdasarkan jenis konten yang diproduksi. Seperti misalnya influencer kecantikan (beauty vlogger), influencer makanan (food vlogger), influencer wisata (travel vlogger), dan lainnya. (Gs.Foto.Istimewa)

Related posts