Buaran, GPriority.co.id – Penjualan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 disebut masih stabil meski di tengah kebijakan efisiensi di sejumlah sektor.
Ifkar Dzehhan, pedagang sapi di daerah Buaran, Jakarta Timur, mengaku minat masyarakat untuk berkurban tahun ini tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ifkar mengatakan dirinya telah menjalankan bisnis penjualan sapi kurban sejak 2013 atau sekitar 13 tahun lalu. Menurutnya, tantangan tahun ini lebih terasa pada aspek perizinan distribusi hewan dari daerah asal dibanding penurunan daya beli masyarakat.
“Untuk penjualan tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya itu ada sedikit perbedaan, khususnya di kebijakan perizinan dari daerah sapinya tersebut,” ujar Ifkar saat diwawancarai langsung oleh GPriority pada Sabtu (9/5).
Meski demikian, ia memastikan tidak ada penurunan signifikan dalam penjualan sapi kurban tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk beribadah kurban masih tetap kuat.
“Untuk tahun ini tidak ada penurunan penjualan, masih tetap yang minat pembeli terhadap sapi dan minat untuk berkurban atau beribadah itu masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Terkait harga, Ifkar menyebut ada kenaikan tipis dibanding tahun lalu, yakni sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram. Di kandangnya, harga sapi kurban dijual mulai Rp16 juta hingga Rp40 juta untuk kategori sapi jumbo.
“Berat paling ringan itu sekitar 220 kilogram dan terberat sampai 600 kilogram,” jelasnya.
Ifkar juga membeberkan strategi bisnis yang membuat usahanya bertahan lebih dari satu dekade. Ia mengedepankan kejujuran, transparansi timbangan, dan pelayanan kepada pelanggan.
“Kita tetap jujur dan berani menunjukkan faktur timbangan asli dari sapi-sapi ini, lalu menjaga servis terhadap customer sampai hari pengiriman,” ungkapnya.
Strategi lainnya seperti promo juga dihadirkannya untuk menggaet customer. Ia memberikan promo khusus bagi DKM masjid berupa bonus satu ekor kambing untuk pembelian 10 ekor sapi. Sementara pembeli perorangan mendapatkan voucher belanja supermarket.
Tak sampai disitu, untuk menjaga berat badan sapi hingga hari-H Iduladha, Ifkar juga membeberkan pola pakan yang diterapkannya sejak lama. Ia menuturkan, dengan pola pakan tersebut, bahkan dapat membuat berat badan sapi bertambah.
“Kita menggunakan ada pola makannya ya, satu hari tiga kali hijauan lalu juga ada vitamin obat-obatan dan juga kita itu menambahkan konsentrat atau semacam polar namanya,” jelas Ifkar.
Dalam wawancara tersebut, Ifkar juga menjelaskan perbedaan sapi Bali dengan jenis limousin atau simental. Menurutnya, sapi Bali lebih ekonomis dan memiliki persentase daging lebih banyak, sedangkan sapi limousin dan simental lebih unggul dari segi tampilan fisik.
“Kalau bicara ekonomis dan kualitas daging, pilih sapi Bali. Tapi kalau bicara ‘ganteng’, orang biasanya pilih sapi jenis seperti limousin atau simental,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar memilih pedagang kurban yang memiliki rekam jejak jelas dan terpercaya demi keamanan transaksi dan kualitas hewan kurban.
“Pastikan kandang tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan juga kita lihat track record ke belakangnya mungkin beberapa tahun sebelumnya 3 atau 5 tahun kebelakang,” pungkasnya.
