Pilih Sapi Bali Untuk Kurban Idul Adha 2024? Kenali Dulu Bedanya Dengan Jenis Sapi Lain!

Jakarta, GPriority.co.id – Mendekati Hari Raya Idul Adha 2024, umat Islam berbondong-bondong mencari pilihan hewan kurban terbaik. Umumnya, sapi jawa putih maupun sapi madura dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk berkurban, karena harganya lebih murah. Namun, banyak juga yang memilih sapi bali.

Sebenarnya, apa beda sapi bali dengan jenis-jenis sapi lainnya?

“Yang pertama, sapi bali itu satu-satunya sapi endemik asli Indonesia. Rasnya itu bos javanicus domesticus. Sapi bali itu kelompok sapi yang tulangnya kecil, kulitnya tipis. Sehingga dagingnya itu tebal, dan dia itu keturunan banteng jawa,” ujar Haji Ikam, salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang jual-beli hewan kurban.

Sapi Bali sendiri terdapat jenis ras Bali dan sapi asli Bali. Untuk sapi ras Bali, juga terdapat di daerah lain seperti Kupang, Bima, dan Lombok. Mengenai perawatan sapi ras Bali, ternyata juga berbeda dengan sapi asli Bali.

“Kalau perawatannya sendiri keduanya berbeda. Kalo sapi asli Bali sejak kecil sudah diikat dikandang. Jadi sapi Bali itu lebih humanis, karena banyak sentuhan tangan sama peternak. Tapi kalau sapi ras Bali di Kupang atau di Bima, dilepas liarkan di perkebunan atau sawit, lalu nanti ketika masuk waktu panen Idul Adha mereka baru ditangkap dan diikat,” jelas Haji Ikam lebih lanjut.

Untuk pakan, Haji Ikam mengatakan umumnya para peternak sapi Bali memberikan rumput jenis lamtoro atau daun petai cina dan minum air yang dicampur dengan polar.

“Kalau untuk harganya, sapi Bali itu lebih ke arah yang ekonomis dibanding sapi jenis. Postur sapi Bali memang rata-rata kecil, bobotnya juga kecil dibanding jenis sapi yang lain. Tapi memang dia secara daging itu biasanya lebih diatas dari sapi-sapi yang lain,” ungkap Haji Ikam.

Lebih lanjut Haji Ikam mencontohkan, jika karkas sapi jenis seperti limousin dengan berat 500kg, jika dibandingkan dengan karkasan sapi Bali 400kg, maka karkas dagingnya akan lebih banyak sapi Bali. Karena sapi Bali merupakan sapi pedaging, atau lebih banyak dagingnya dibanding tulangnya.

“Kulitnya juga tipis, terus tulangnya kecil. Makanya sapi Bali itu agak ringkih kalau buat dilepas liar. Makanya dia lebih baik di dalam kandang,” terang Haji Ikam.

Mengenai tekstur daging sapi Bali, Haji Ikam mengatakan jika daging sapi Bali merupakan kedua terbaik setelah daging kerbau.

“Dagingnya lebih liat. Jadi kalau dimasak rendang itu lebih cocok. Dia warnanya juga lebih pekat merah,” kata Haji Ikam menutup wawancara dengan tim GPriority.

Foto : GPriority