Jakarta, GPriority.co.id – Arisan menjadi aktifitas yang banyak dikenal orang Indonesia. Salah satunya kaum ibu – ibu atau emak – emak.
Emak – emak memanfaatkan arisan sebagai bentuk investasi jangka pendek guna pengumpulan uang secara berkala. Namun, Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim ini apakah boleh melakukan arisan?
Pandangan Islam soal arisan
Dalam pandangan islam, konsep arisan atau kegiatan pengumpulan uang oleh sekelompok orang untuk kemudian diserahkan kepada salah satu anggota adalah suatu hal yang diperbolehkan, asalkan dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Dilansi Kemenag RI, menurut para ulama, arisan dengan sistem undian dan giliran termasuk perkara yang mubah dan tidak dilarang.
Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Qalyubi wa Umairah berikut:
الْجُمُعَةُ الْمَشْهُورَةُ بَيْنَ النِّسَاءِ بِأَنْ تَأْخُذَ امْرَأَةٌ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْ جَمَاعَةٍ مِنْهُنَّ قَدْرًا مُعَيَّنًا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ أَوْ شَهْرٍ وَتَدْفَعُهُ لِوَاحِدَةٍ بَعْدَ وَاحِدَةٍ، إلَى آخِرِهِنَّ جَائِزَةٌ كَمَا قَالَهُ الْوَلِيُّ الْعِرَاقِيُّ.
Adapun perkumpulan yang populer di antara sekelompok perempuan dengan gambaran seorang perempuan mengambil kadar tertentu dari perempuan yang lain dalam setiap perkumpulan atau setiap bulan, lalu kemudian diberikan kepada yang lain secara bergantian, maka hukumnya boleh sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Iraqi.
Oleh karena arisan termasuk perkara yang mubah, maka tidak masalah diadakan di dalam masjid. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang mubah di dalam masjid, baik yang berkaitan dengan keagamaan, sosial, dan lainnya termasuk mengadakan arisan, hukumnya adalah boleh.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam arisan dalam pandangan islam
1. Arisan harus dilakukan dengan kesepakatan dan persetujuan bersama antara para pesertanya.
Hal ini merupakan bagian dari prinsip keadilan dan kesepakatan dalam Islam. Peserta harus sepakat akan aturan, jadwal, dan jumlah yang akan disetor serta diterima.
2. Arisan harus dilakukan secara transparan dan terbuka
Ini berarti bahwa setiap transaksi keuangan harus jelas dan mudah dipertanggungjawabkan. Hal ini penting dalam Islam, karena transparansi dan kejujuran dalam urusan keuangan merupakan nilai-nilai penting dalam agama Islam.
3. Arisan harus dijalankan tanpa riba atau bunga.
Prinsip ini sejalan dengan larangan dalam Islam terhadap riba atau bunga dalam segala bentuk transaksi keuangan. Peserta tidak boleh mendapatkan tambahan pembayaran atau keuntungan berupa bunga dari uang yang mereka serahkan atau terima selama arisan.
4. Arisan juga harus dijalankan tanpa unsur perjudian.
Dalam Islam, perjudian dianggap sebagai suatu hal yang sangat tidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan ketidakadilan dan kerusakan sosial. Oleh karena itu, arisan harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan bukan sebagai bentuk perjudian.
5. Arisan harus dilakukan dengan niat yang baik dan tidak merugikan pihak lain.
Peserta arisan hendaknya memiliki niat untuk saling membantu dan mendukung sesama anggota arisan tanpa maksud untung-untungan yang merugikan pihak lain.
Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, arisan dapat dijalankan dalam pandangan Islam sebagai suatu bentuk kegiatan sosial ekonomi yang dapat membantu masyarakat saling mendukung dalam hal keuangan.
Namun, yang terpenting untuk selalu mengingat bahwa dalam melaksanakan arisan, prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kejujuran harus tetap dijunjung tinggi sesuai dengan ajaran Islam.
Foto: Freepik
