Jakarta, GPriority.co.id – Nama Fauzun Nihayah ramai disorot usai dirinya resmi menduduki kursi Wakil Bupati Merauke. Bukan hanya karena dirinya seorang perempuan, namun juga karena ia berasal dari tanah jawa.
Seperti kita tahu, banyak orang yang meributkan perihal isu orang-orang yang bekerja di Papua haruslah OAP (Orang Asli Papua), terlebih dengan pejabatnya. Namun, Fauzun Nihayah berhasil membuktikan jika dirinya dapat menembus tembok ‘stigma’ tersebut.
Fauzun Nihayah, S.HI., MH, lahir di Pati, 10 Desember 1983. Berpendidikan terakhir S2 di Bidang Hukum Universitas Jayabaya, sebelumnya Fauzun sempat berprofesi sebagai dosen dan Tenaga Ahli Bidang Legislasi DPR RI.
Berasal dari Partai NasDem, Fauzun juga berpengalaman sebagai Wakil Ketua Gerakan Literasi Papua (2020-2025), serta Ketua Parsikindo Papua (2021-2026).
Lahir dari keluarga sederhana, Fauzun memiliki background sebagai anak seorang pemuka agama bernama Kiai Syafii, yang merupakan imam masjid sederhana di Dukuh Kembang Kidul, Kecamatan Dukuseti, Kabupaten Pati.
Usai lulus dari IAIN Semarang, Fauzun kemudian menikah dengan Adi Fuad, lelaki kelahiran Jepara, hingga akhirnya menetap di Papua. Suaminya juga diketahui merupakan Anggota DPD RI periode 2024-2029.
Mencoba keberuntungan dengan mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati Merauke, siapa sangka, akhirnya Fauzun meraih suara terbanyak. Bersama pasangannya Yoseph Bladib Gebze, pasangan Yosfan (Yoseph-Fauzun), berhasil mengungguli paslon lainnya dengan perolehan 39,5% suara (45.189 suara).

Keluarga Dukung Penuh Langkah Fauzun
Sang ayah merasa jika hal ini merupakan takdir yang telah dikehendaki Tuhan Yang Maha Esa. Kendati, ia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu berserah diri atas apa yang telah menjadi kehendak Tuhan.
Keluarga Fauzun pun mendukung penuh dirinya untuk melangkah menjadi Wakil Bupati Merauke, dan berharap agar Fauzun dapat bekerja dengan penuh amanah.
“Insyaallah keluarga kami akan ke Merauke. Kami akan mendoakan Fauzun agar amanah dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara,” seperti dilansir dari Infojateng.
Dalam momen Hari Kartini ini, sosok Fauzun bukan hanya menjadi representasi Kartini hebat dan tangguh, tetapi juga menjadi bukti kaum wanita yang mampu merubah banyak stigma negatif dengan kemampuannya di bidang politik.
Foto : Istimewa
