Stroke Keempat, Mantan Menhan Juwono Sudarsono Berpulang

Jakarta, Gpriority.co.id – Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia yang juga akademisi dan diplomat terkemuka, meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada usia 84 tahun.

Menurut putranya, Vishnu Juwono, almarhum meninggal akibat stroke keempat setelah berjuang melawan penyakit stroke berulang selama empat tahun terakhir. “Ayah mengalami serangan stroke fatal di tengah perawatan intensif untuk gangguan pembuluh darah otak,” ujar Vishnu.

Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942, sebagai putra Sudarsono, mantan Menteri Dalam Negeri era Sjahrir II. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia (1965), M.A. dari University of California Berkeley (1970), dan Ph.D. dari London School of Economics (1975).

Sebagai akademisi, Juwono menjabat Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (1988-2020), Dekan FISIP UI (1988-1994), serta Guru Besar Tamu di Columbia University (1986-1987). Karyanya di bidang ilmu politik dan hubungan internasional banyak menginspirasi.

Dalam pemerintahan, ia menorehkan sejarah sebagai Menteri Pertahanan sipil pertama setelah 40 tahun dipegang militer, menjabat di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur, 1999-2000) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY, 2004-2009). Sebelumnya, ia menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan VII, Soeharto, 1998), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kabinet Reformasi Pembangunan, Habibie, 1998-1999), serta Duta Besar untuk Inggris (2003-2004).

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta Keluarga Besar Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita mendalam. “Almarhum berperan penting meletakkan fondasi kebijakan pertahanan nasional dengan pemikiran strategis dan kepemimpinannya,” tulis pernyataan resmi Kemhan.

Jenazah disemayamkan di Gedung Urip Sumiharjo, Kementerian Pertahanan, dan direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata hari ini, Minggu (29/3).

Semoga segala amal ibadah dan pengabdian Prof. Dr. Juwono Sudarsono diterima Allah SWT, serta keluarga diberi ketabahan. Indonesia kehilangan negarawan pertahanan yang visioner.

Foto : Kemhan