Film “Happy Eyes” Perkuat Kerja Sama RI-Prancis

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kolaborasi sineas lintas negara menjadi peluang besar untuk menarik investasi sekaligus mendorong talenta lokal menembus pasar global, khususnya di subsektor film.

“Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” kata Riefky dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (21/4).

Menurutnya, kerja sama sineas antara Indonesia dan Prancis melalui proyek film petualangan anak “Happy Eyes” menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama pada subsektor film, animasi, dan video.

Film “Happy Eyes” dinilai mampu membuka ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui transfer pengetahuan dari kru internasional, sekaligus memperluas jejaring profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi global.

Riefky juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai insentif guna meningkatkan daya saing industri film nasional.

“Kementerian Ekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate. Kehadiran proyek seperti feature film Happy Eyes menjadi contoh konkret yang dapat memperkaya kebijakan tersebut,” lanjut Teuku Riefky.

Film ini disutradarai oleh Gilles de Maistre dan didanai StudioCanal France melalui Moana France, bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia, Jungle Run Production. Kolaborasi ini juga sejalan dengan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Prancis.

Line producer film “Happy Eyes”, Chali Sakyan, menyebutkan bahwa proyek saat ini telah memasuki tahap pra-produksi. Proses casting akan dilakukan di Indonesia pada Mei mendatang.

Syuting dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Juli hingga September, dengan lokasi di Taman Safari Bogor, Bali, serta sejumlah daerah lainnya di Indonesia.
Tak hanya berorientasi pada industri hiburan, film ini juga membawa misi edukasi dan konservasi lingkungan.

Cerita “Happy Eyes” berfokus pada persahabatan seorang anak perempuan bernama River dengan bayi orangutan bernama Happy, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian satwa.

“Nanti, proyek film ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara lokasi syuting strategis yang punya keindahan alam dan budaya sehingga menjanjikan investor dari luar negeri,” kata Chali Sakyan.