FLEI Konsisten Menjadi Wadah Tepat Bagi Para Pelaku Bisnis

Jakarta, GPriority.co.id- Selasa (8/11/2022), Panorama media menggelar Press Conference di Go Work Plaza Indonesia.

President Director Panorama Media Royanto Handaya menyampaikan, keyakinannya atas kondisi ekonomi saat ini. Roy menilai pada kenyataannya masyarakat Indonesia tidak terlalu peduli dengan isu resesi 2023. Upaya pemerintahan dalam mempertahankan pengeluaran konsumtif pada sektor sekunder yaitu gaya hidup dan hiburan, justru kenyataan di lapangan menunjukan bahwa hasrat masyarakat untuk membeli barang meledak semenjak fase pasca-pandemi. Hal ini di buktikan dengan padatnya beberapa gelaran festival musik maupun berbagai pameran di DKI Jakarta.

“Industri hiburan sukses digelar membuktikan bahwa daya beli dan mobilitas masyarakat Indonesia masih tetap menunjukan reaksi positif tanpa terpengaruh isu-isu ekonomi yang sedang ramai diperbincangkan,” tambah Royanto Handaya.

Tri Rahardjo Ketua Umum Asosiasi Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mengatakan, “Saya sangat optimis jika animo sebegitu besarnya terhadap sektor sekunder saja disambut dengan baik oleh masyarakat, apalagi acara kami yang sudah jelas merupakan salah satu wadah ekosistem kebutuhan primer dari sandang, pangan & papan yang akan terfasilitasi di FLEI XIX nanti. Tentu saja tidak kalah ramainya karena masyarakat juga dilandasi asas kebutuhan pengelolaan finansial yang lebih baik. Bisa dengan ber-waralaba, ber-investasi atau mengembangkan bisnis pribadi dengan berbagai macam resources yang kami sediakan disana.”

IMF (International Monetary Fund), merilis World Economic Outlook memproyeksikan bahwa di 2023, GDP (Singkatan dari) Indonesia diprediksi mengalami pertumbuhan 5%. Ini tentu membawa ketenangan di tengah kekhawatiran masyarakat luas tentang resesi 2023.

Fakta terkait ekonomi global saat ini tetap berada dalam keadaan yang serba tidak pasti, namun hal ini belum tentu berlaku bagi Indonesia sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap jauh lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara Top Tier GDP (gross domestic product) lainnya.

Alasan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga adalah dengan menjaga konsumsi kebutuhan rumah tangga. Disamping itu peran pemerintah dalam upaya memperkuat daya beli masyarakat tetap konsisten dilakukan melalui kebijakan fiskal berpihak, demi melindungi masyarakat kelompok menengah bawah. Dengan konsumsi rumah tangga yang tetap berjalan, maka efek perlambatan ekonomi dan resesi global akan sangat minim dampaknya ke Indonesia. (srw)