Halmahera, GPriority.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Laut Maluku dan terasa kuat di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) serta Maluku Utara pada Kamis (2/4) pagi.
Gempa yang berpusat di tengah Laut Maluku itu terjadi pada pukul 05.48 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah mendeteksi adanya gelombang tsunami di dua wilayah setelah gempa terjadi.
“Pemutakhiran tsunami akibat gempa bumi Magnitudo 7,6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA setinggi 0,3 meter, Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 meter,” kata BMKG, Kamis (2/4).
BMKG kemudian menetapkan sejumlah wilayah dengan status siaga tsunami di Maluku Utara, yakni Ternate, Halmahera, dan Tidore.
Sementara itu di Sulawesi Utara, wilayah yang berstatus siaga meliputi Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara.
Selain itu, beberapa daerah lainnya juga berada pada status waspada, antara lain Kepulauan Sangihe, wilayah utara Minahasa Utara, serta bagian selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Menyusul potensi tsunami tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk sementara menjauhi pantai hingga peringatan tsunami dinyatakan berakhir.
