Gerak Cepat Pemerintah Lakukan Transisi Energi

Penulis : Ponco | Editor : Dimas A Putra | Foto : ESDM

Jakarta, GPriority.co.id – Dalam upaya mewujudkan target ambisius transisi energi di Indonesia, pemerintah gencar mencari pendanaan dari berbagai sumber yang berpotensi. Salah satunya, melalui Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transitions Partnership/JETP) yang dijalin secara tidak mengikat pada G20 di Bali pada November 2022.

“JETP merupakan salah satu upaya Indonesia dalam mendorong percepatan transisi energi sesuai dengan komitmen yang sudah tertuang dalam target ENDC yang dalam aspirasi, kita dapat mencapai NZE di tahun 2060,” terang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam keterangan resminya saat peluncuran dokumen Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) Pelaksanaan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) di Kementerian ESDM, pada (21/11).

Rampungnya rumusan skenario dekarbonisasi, daftar proyek prioritas dan mekanisme pembiayaan yang dituangkan dalam dokumen CIPP, merupakan komitmen JETP dalam membantu Pemerintah Indonesia sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan di sektor ketenagalistrikan yang berbasis energi hijau.

Sejalan dengan itu, Kementerian ESDM sudah mempersiapkan peta jalan net zero emission sektor energi yang diharapkan dapat menjadi landasan transisi energi sampai dengan 2060. Target JETP dianggap lebih ambisius dan lebih tinggi dari target yang tertuang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) sektor energi.

“Target-target JETP ini merupakan target kondisional yang hanya bisa dicapai melalui kerja sama teknis dan pendanaan dari berbagai pihak,” ungkap Arifin.

Adanya kerja sama JETP lanjut Arifin, diharapkan dapat mengkatalisasi investasi dan dukungan yang jauh lebih besar ke depan. Khususnya, dapat memprioritaskan dukungan dan investasi bagi fondasi dari transisi energi itu sendiri, yaitu pengembangan dan penguatan jaringan transmisi. Karena tanpa transmisi, tidak ada transisi. Selain itu, kerjasama teknis dan pendanaan dibutuhkan untuk dapat mempercepat upaya tersebut.

“Dukungan dari para negara sahabat yang tergabung dalam International Partners Group (IPG), institusi finansial, pelaku usaha termasuk para perusahaan milik negara dan pihak swasta serta tentunya kementerian dan lembaga terkait dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mencapai tujuan transisi energi di Indonesia,” tambah Arifin.

Untuk diketahui, JETP adalah kesepakatan antara Indonesia dengan negara-negara maju yang tergabung IPG yang dipimpin oleh Amerika dan Jepang. Sebagai anggotanya, Denmark, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Norway, Prancis, dan Uni Eropa.

Dalam komitmen pendanaan yang disepakati bersama, awalnya bernilai 20 miliar dolar AS, kini mencapai 21,6 miliar dolar AS. Rinciannya, 11,6 miliar dolar AS bersumber dari dana publik negara-negara IPG, sedangkan 10 miliar dolar AS berasal dari bank-bank internasional yang bergabung dalam Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) working group.