Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Kaltara (Kalimantan Utara), Zainal Arifin Paliwang, menghadiri agenda Rapat Koordinasi (Rakornis) Teknis Perumahan dan Perdesaan yang digelar oleh Kementerian PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman) di Gedung Kemendagri, Selasa (29/4).
Sebagai informasi, agenda Rakornis Perumahan Perdesaan ini dihadiri oleh seluruh gubernur, wali kota, bupati, serta kepala dinas yang berkaitan dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun virtual.

Sebanyak 384 peserta hadir secara langsung di Gedung Sasana Wakti Praja Kementerian Dalam Negeri, sementara 2.270 peserta hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.
Diwawancarai secara eksklusif oleh tim GPriority, dalam kesempatan tersebut Gubernur Kaltara membeberkan detail pembangunan 3 juta rumah di daerahnya. Saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk program tersebut.
“Dari tiga juta rumah itu, sejuta di wilayah pesisir, sejuta perkotaan, dan sejuta di pedesaan. Ya mudah-mudahan pemberiannya itu betul-betul melihat data. Selain itu penyatuan data juga sangat penting, sehingga jumlah rumah yang dibutuhkan dapat diakomodir,” jelasnya.
Sebelum adanya program pembangunan 3 juta rumah hasil inisiasi Presiden Prabowo, Zainal mengatakan jika Pemprov Kaltara telah mempunyai program bedah rumah yang sudah dianggarkan di daerah Malinau. Bukan hanya rumah yang layak huni, program ini juga fokus pada sanitasi yang sesuai standar kesehatan.
“Karena sumber penyakit dari situ juga utamanya (kondisi sanitasi). Sehingga disamping bedah rumah, sanitasi, dan lingkungan perumahan perlu jadi perhatian,” ungkap Zainal.
Material Mahal Jadi Hambatan Pembangunan
Lebih lanjut, Zainal mengungkapkan jika material yang mahal di wilayah perbatasan, menjadi salah satu faktor hambatan dalam program pembangunan 3 juta rumah di Kaltara. Sehingga, kedepannya Zainal mengatakan perlu adanya rapat koordinasi untuk menyatukan pendapat antar pihak-pihak terkait.
“Kalau dia di wilayah perbatasan, hambatannya itu material. Karena material disana harganya cukup tinggi. Tentu kita perlu adakan rapat koordinasi untuk menyatukan pendapat, bagaimana kita menangani hambatan-hambatan yang akan ditemukan dalam pelaksanaannya nanti. Kemudian kita menyiapkan SDM-SDM yang baik, dan tentunya juga kontraktor yang berkualitas,” tutur Zainal.
Saat disingung mengenai program pembangunan jalan perbatasan Mahulu (Kalimantan Timur) dan Malinau (Kalimantan Utara), Zainal mengatakan jika ia pihaknya telah bertemu dengan pemerintah Kaltim, dan ditargetkan rampung di tahun ini.
“Insya Allah tahun ini sudah mulai (pembangunannya), karena kita kemarin sudah melakukan rapat bersama Gubernur Kaltim, dan kita sudah melakukan komunikasi dengan para direksi untuk bisa membantu proses ini lebih cepat. Tahun ini keinginan saya (selesai pembangunannya). Karena kita pekerja harus melihat cuaca,” pungkasnya.
Foto : GPriority/Rizki Dimuharram
