Gubernur Khofifah Bantah PHK Massal Gudang Garam, Sebut 200 Orang Pensiun Dini

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa/Foto : Dok. Kominfo Jatim Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa/Foto : Dok. Kominfo Jatim

Jakarta, GPriority.co.id – Menanggapi isu PHK massal Gudang Garam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tegas membantah isu tersebut.

Khofifah menyebut jika yang terjadi dan ramai beredar di media sosial tersebut hanyalah program pensiun dini, dan memang ditawarkan oleh pihak manajemen PT Gudang Garam.

Ia menuturkan, program pensiun dini tersebut terlah berlangsung cukup lama, dan hanya melibatkan sekitar 200 karyawan yang bekerja di Gudang Garam.

“Yang terjadi adalah pensiun dini yang ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam. Yang mengajukan pensiun dini hanya ada 200 karyawan. Proses ini sebetulnya sudah agak lama,” ungkapnya.

Senada, Adib Musyafa selaku HRD PT Merdeka Nusantara Mitra Produksi Gudang Garam Tuban turut memastikan jika operasional pabrik saat ini masih berjalan normal, tanpa adanya pemutusan hubungan kerja.

Sebagai informasi, isu PHK massal mencuat bersamaan dengan dirilisnya laporan keuangan semester I 2025 PT Gudang Garam. Dalam laporan tersebut, disebutkan jika keuangan salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia itu mengalami penurunan tajam.

Laba bersih Gudang Garam dilaporkan anjlok 87,34 persen, menjadi Rp117,16 miliar. Padahal sebelumnya mencapai Rp925,5 miliar. Pendapatannya pun menurun 11,4 persen menjadi Rp44,35 triliun.

Sementara itu, laba kotornya merosot menjadi Rp3,7 triliun dari Rp5,06 triliun pada Juni 2024. Keuntungan bersihnya menjadi Rp513,7 miliar (sebelumnya Rp1,613 triliun pada periode yang sama di tahun lalu).

Adapun pemicu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan PHK massal ialah karena menurunnya permintaan rokok. Selain itu, maraknya peredaran rokok ilegal dengan harga yang lebih murah serta pajak dan cukai rokok yang tinggi juga menjadi penyebab lainnya. Akhirnya, pihak Gudang Garam pun menghentikan pembelian tembakau dari Temanggung. Tercatat, kinerja keuangan mereka pun mengalami penurunan yang sangat signifikan.