Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, turut menghadiri dan membuka Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat.
Dalam sambutannya, Ace menegaskan keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab lembaga publik kepada masyarakat. Ia berpendapat, setiap kementerian, lembaga, ataupun badan publik yang dibiayai oleh APBN, berkewajiban untuk menyampaikan informasi kinerja dan layanan kepada masyarakat.
“Lembaga-lembaga publik itu dibiayai oleh uang rakyat. Karena itu, mereka wajib menyampaikan berbagai informasi yang menyangkut layanan kepada masyarakat,” tegasnya pada Selasa (14/10).
Dari pantauan GPriority pada agenda Opening Ceremony Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025, Ace turut mengapresiasi inisiasi dari Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia. Ia menilai, pameran ini menjadi sarana untuk menegaskan komitmen keterbukaan.
“Dari pameran ini, kita bisa melihat mana lembaga yang benar-benar memiliki komitmen kuat dalam menyampaikan layanan informasinya,” ujarnya.
Menurut Ace, lembaga publik juga perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi saat ini. Terlebih di era digital seperti sekarang, sudah seharusnya informasi yang disebarkan dapat lebih cepat dan mudah untuk diakses oleh masyarakat.
“Sekarang masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor. Cukup lewat aplikasi atau portal digital, layanan publik bisa diakses kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Ace turut mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan KIP untuk terus berupaya memperkuat transparasi serta pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi.
Senada dengan Ace, Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro menekankan jika masyarakat harus memiliki akses informasi yang baik agar menghindari hoaks.
“Kalau masyarakat punya akses informasi yang baik, mereka tidak mudah terpengaruh oleh berita negatif atau hoaks. Tapi tentu, informasi juga harus dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan kebingungan,” jelas Donny.
Sebagai informasi, Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 akan diselenggarakan selama tiga hari, 14-16 Oktober 2025. Bukan hanya pameran, acara ini juga akan menghadirkan sesi diskusi tematik bersama para pemangku kepentingan baik dari sektor energi, ekonomi kreatif, perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.
