Dorong Kesejahteraan dari Rumah, BKKBN dan OJK Luncurkan Buku Saku Perencanaan Keluarga

Kemendukbangga/BKKBN bersama OJK dan Kemenko PMK berkolaborasi meluncurkan Materi Perencanaan Keluarga/Foto Fifi Abdurahman Kemendukbangga/BKKBN bersama OJK dan Kemenko PMK berkolaborasi meluncurkan Materi Perencanaan Keluarga/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkolaborasi meluncurkan Materi Perencanaan Keluarga.

Kegiatan sosialisasi dan peluncuran ini berlangsung di Kantor BKKBN, Selasa (14/10).

Pelaksana Harian Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Irma Ardiana, menjelaskan bahwa materi tersebut berisi pembekalan bagi keluarga Indonesia agar mampu merencanakan kebutuhan mereka secara matang.

“Mereka kemudian bisa juga memanfaatkan produk, jasa dari lembaga keuangan formal dan kemudian bisa menghindari berbagai bentuk potensi penipuan dan juga fraud. Jadi kita ingin sekali memastikan bahwa keluarga-keluarga di Indonesia memiliki kemampuan dan juga literasi keuangan keluarga yang baik, dan kemudian juga bisa aktif dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya produktif dari sisi ekonomi,” kata Irma kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari keluarga.

“Ini merupakan satu buku saku yang sangat mudah dipahami dan juga aplikatif dimana kita memberikan edukasi dengan bahasa sehari-hari contohnya bagaimana membedakan kebutuhan keinginan, bagaimana menyiapkan dana darurat, bagaimana kita melakukan perencanaan keuangan, bagaimana investasinya sesuai dengan profil keluarga dan seterusnya,” ucapnya.

Adapun Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, berharap agar buku tersebut tidak hanya disimpan, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi antar kementerian/lembaga dan kami sudah mengidentifikasi berbagai program-program kegiatan yang bisa kita kolaborasikandan salah satunya nanti kita akan memperluas bagaimana buku saku ya yang tadi disampaikan jangan sampai masuk di dalam saku saja tapi nanti bisa kita sebarluaskan, nanti kita akan pastikan bahwa buku saku ini menjadi buku pegangan bagi keluarga-keluarga kita untuk bisa lebih tangguh lagi menghadapi tantangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Woro menambahkan bahwa Kemenko PMK juga tengah mengembangkan delapan Asta Mantra Keluarga sebagai panduan menghadapi era digitalisasi.

“Kami juga saat ini dengan Pak Menko juga sudah memberikan arahan 8 Asta Mantra keluarga dalam menghadapi era digitalisasi, dan ini juga nanti akan menjadi bagian yang tidak terlepas dari penerjemahan Asta Mantra pembangunan keluarga di era digitalisasi,” pungkas Woro.

Pewarta : Fifi Abdurahman